Prajurit TNI AL Diduga Aniaya Warga Sampai Meninggal, ini Penjelasan Danlantamal Merauke
Papua60detik - Oknum prajurit TNI AL yang bertugas di Pos Ilwayab diduga menganiaya warga bernama Albertus Mahuze hingga meninggal dunia.
Mengkonfirmasi kejadian itu, Komandan Lantamal XI Merauke, Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiyono mengatakan, dugaan penganiyaan berujung kematian itu melibatkan prajurit berinisial MM.
Baca Juga: TNI Buka Suara Soal Mama Yasinta
Peristiwa tersebut saat ini masih diselidiki oleh Pomal bekerja sama dengan pihak kepolisian.
“Anggota Posal Ilwayab yang diduga melakukan penganiayaan. Jika terbukti bersalah, tentu diproses sesuai ketentuan,” tegasnya, Kamis (23/2/2023).
Berdasarkan informasi yang didapatkannya, pada Selasa (21/2/202) sekitar pukul 23.00 WIT, dua warga membuat keributan di sekitar Posal Ilwayab. MM yang melihat itu menegur.
"Informasi yang saya terima ya, karena kondisi mabuk, sehingga (korban) berusaha menyerang sehingga terjadi perkelahian antara satu anggota TNI AL dengan satu masyarakat ini," kata Danlantamal, Kamis (23/2/2023).
Keduanya kemudian diamankan di Posal AL dengan pertimbangan jika dibiarkan justru berbahaya karena keduanya bukan warga setempat.
Pukul 03.00 WIT, setelah sadar dari pengaruh alkohol, keduanya lalu diantar berjalan kaki ke kapal tempatnya bekerja. Albertus Mahuze bekerja di KMN Aulia 01, sementara adiknya Daniel Mahuze bekerja di KMN Tiro Indah.
Namun pada pukul 13.30 WIT, ABK KMN Aulia 01 menelpon Daniel untuk datang kondisi Albertus dan tidak ada respon. Prajurit dari Posal bersama petugas kesehatan datang memeriksa, korban diketahui sudah tidak bernapas lagi.
Atas kejadian itu, Danlantamal menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga. Lantamal XI Merauke akan membantu proses evakuasi korban dari Ilwayab ke Merauke hingga proses pemakamannya. (Ami)