Puluhan Warga di Beoga Belum Bisa Dievakuasi
Papua60detik - Sebanyak 49 warga di Distrik Beoga Kabupaten Puncak sampai saat ini masih mengamankan diri di Koramil dan Polsek Beoga lantaran takut dengan aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata dalam sepekan terakhir di wilayah itu.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, puluhan warga itu belum bisa dievakuasi dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak menuju Sugapa Kabupaten Intan Jaya.
"Ada sekitar 49 warga hingga saat ini belum bisa di evakuasi dari Distrik Beoga," kata Fakhiri saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).
Ia mengatakan, evakuasi belum bisa dilakukan karena paramater di Beoga belum dikuasai sepenuhnya aparat keamanan.
Pergerakan aparat keamanan masih terkendala belum tersedianya akses pesawat ke wilayah tersebut.
"Informasinya KKB masih di lapangan terbang. Tapi kami terus berupaya masuk ke sana. Kita tunggu Bupati, semoga pesawat yang bekerja sama dengan pemerintah bisa membantu, mendorong logistik dan perkuatan pasukan sekaligus kita langsung membawa keluar 49 masyarakat yang berkumpul di pos keamanan," kata Fakhiri.
Untuk mengevakuasi warga, Fakhiri telah melakukan pertemuan dengan Pangkogabwilhan III. Termasuk berkoordinasi dengan Pemkab Puncak.
Dua orang tenaga pendidik Oktovianus Roya dan Yonatan Randen tewas ditembak dalam dua hari berturut-turut. Gedung sekolah dan perumahan guru di Beoga pun turut dibakar.
Sementara di bandara Aminggaru Ilaga, helikopter milik PT Ersa Air yang sedang dalam perbaikan. (Salmawati Bakri)