Puncak Curah Hujan Bergeser ke September, ini Penjelasan BMKG Timika
Papua60detik - Hingga pekan pertama September 2023, Timika setiap hari masih terus diguyur hujan. Padahal puncak curah hujan di Timika selalu terjadi di Bulan Juni, Juli dan Agustus.
Forecaster BMKG dari Stasiun Meteorologi Timika William Titahena mengatakan, potensi curah hujan masih sangat tinggi di September 2023. Anomali ini akibat faktor global fenomena El Nino.
"El Nino sekarang lagi aktif di wilayah Indonesia, dan memengaruhi uap air di Timika berkurang. Dalam artian, di Juni, Juli, Agustus itu hujannya tinggi harusnya, tapi kenyataannya di tiga bulan itu tidak sepenuhnya hujan terus," jelasnya, Kamis (7/9/2023).
"Sedangkan di September ini masih ada hujan, jadi akibat El Nino itu hujannya bergeser hingga September. Itu salah satu faktor penyebabnya," lanjutnya.
Ia menjelaskan, setelah curah hujan tinggi, biasanya terjadi musim peralihan atau pancaroba. Di periode itu juga kondisi cuaca masih akan seperti saat ini.
"Kalau kita lihat sekarang memang faktor penyebab utamanya adalah El Nino yang mengakibatkan bergesernya hujan itu," katanya.
Ia memprediksi, curah hujan tinggi di Timika masih akan terjadi hingga pertengahan September.
"Harusnya September ini sudah cerah biasanya, tapi tahun ini masih bisa hujan sampai pertengahan September," pungkasnya. (Eka)