Puskesmas Timika Temukan Tiga Balita Gizi Buruk, Dua Sudah Membaik
Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Selama 2020, Puskesmas Timika menangani tiga balita yang mengalami gizi buruk.

Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung mengatakan ketiga anak tersebut ditemukan di tiga wilayah berbeda yakni Kelurahan Otomona, Nayaro dan Kebun Sirih.

Ketiganya selalu dipantau petugas gizi Puskesmas hingga akhirnya dua diantaranya kini sudah mulai membaik dengan status gizi kurang.

“Yang di Nayaro dan Kebun Sirih sudah tergolong gizi kurang. Tapi yang di Otomona ini masih status gizi buruk,” jelasnya saat ditemui, Rabu (6/1/2021).

Ia menjelaskan dalam penanganan gizi buruk, Puskesmas hanya memberikan makanan sesuai dengan apa yang diberikan Dinas Kesehatan yakni biskuit. Namun dalam perjalanannya kadang orang tua tidak rutin memberikan makanan itu kepada anak. Malah dalam banyak kasus, justru orang tua yang mengkonsumsinya.

“Tapi kebanyakan memang rata-rata orang tuanya yang makan. Jadi kami juga tidak mungkin memaksa orang tua, itukan tergantung asuhan orang tua. Kita melihat keadaan ekonomi mereka juga tidak terlalu memprihatinkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan gizi buruk terjadi karena orang tua kurang memperhatikan makanan anak. Seharusnya asupan gizi seimbang disesuaikan tumbuh kembangnya. Tapi tak jarang ada orang tua yang justru tidak peduli jika anak tidak mau mau makan.

“Kebanyakan ibu-ibu mungkin salah pola asuh, kalau anak tidak mau makan dibiarkan saja. Ibu tidak berusaha bagaimana caranya anak ini bisa makan. Mungkin bosan dengan makanan yang itu-itu saja,” terangnya.

Anak yang lahir dengan berat badan dibawah 2.500 gram sudah tergolong anak gizi kurang. Jika orang tua tidak meningkatkan asupan gizinya maka anak tersebut akan mengalami gangguan gizi.

“Kalau dia misalnya berat badan per umur berada di minus 3 berarti dia sudah gizi buruk. Tapikan kalau gizi buruk itu adalah riwayat makan yang sekarang jadi itu masih bisa ditingkatkan,” katanya.

Puskesmas Timika memiliki wilayah kerja di enam kelurahan/kampung yakni Kwamki Baru, Koprapoka, Dingo Narama, Kebun Sirih, Otomona dan Nayaro

Ia mengatakan pihak Puskesmas selalu memberikan edukasi kepada orang tua khususnya ibu hamil untuk memperhatikan asupan makanan karena sangat penting bagi pertumbuhan janin.

“Kita mengetahui dia gizi buruk itu bukan asal kita vonis saja, tetapi kita melakukan pemeriksaan dengan kita mengukur berat badannya. Jadi bandingkan menurut standar deviasi,” tutupnya. (Anti Patabang)