Rata-Rata Ditemukan 23 Kasus Covid-19 Per Hari di Mimika
Papua60detik - Kasus positif covid-19 di Kabupaten Mimika di sepanjang tahun 2021 terus mengalami peningkatan. Tercatat di hari ke 73, di tahun ini kasus covid-19 sudah tembus 5.310 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra menyebutkan, rata-rata ditemukan 23 kasus per hari di tahun 2021.
Kasusnya tersebar di tiga distrik utama; Tembagapura, Mimika Baru dan Kuala Kencana.
“Hanya saja dari pelaksanaan testing masih rutin ada di wilayah Tembagapura dan juga di Kuala Kencana terutama di fasilitas kesehatan milik PT Freeport Indonesia, sehingga dalam bulan Maret terutama pada minggu ke 10 dan ke 11 memang terjadi peningkatan,” ungkapnya, Senin (15/3/2021) saat ditemui di Hotel Grand Mozza.
Ia mengatakan ada tiga indikator utama yang dilakukan dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Mimika. Pertama, jumlah kemampuan testing yang kurang dari 3x24 jam dimana ada tiga fasilitas kesehatan yang menyediakan testing konfirmasi Real-Time PCR dengan 1x24 jam terlapor.
“Yang kedua, untuk tracing demikian sama halnya , sehingga kita menemukan terus kasus,” tuturnya.
Ketiga adalah indikator treatment. Angka kesembuhan di tahun ini yakni 90,37 persen atau rata-rata 21 setiap hari. Cakupan ini klaimnya, di atas angka kesembuhan nasional.
Sementara untuk angka kematian disepanjang 2021 sudah ada 10 kasus dari 1.600 kasus baru.
“Jadi case fatality rate atau rata-rata angka kematian di tahun 2021 ini hanya 0,5 persen lebih rendah. Total kumulatif meninggal dunia itu 46. Angka kematian secara nasional tidak melebihi 3 persen,” ungkapnya.
Meski terus bertambah, namun menurut Reynold ada satu fenomena yaitu dari 506 kasus aktif saat ini, 98 persen adalah yang mengalami gejala ringan dan bahkan tanpa gejala dan hanya 2 persen atau sama dengan 9 orang yang di rawat di yakni 2 di RSUD Mimika, 5 di RS Tembagapura dan 2 di Klinik Kuala Kencana.
“Dengan demikian kemampuan kapasitas tempat tidur yang masih tersisa itu ada 80 persen,” katanya.
Namun dengan banyaknya kasus gejala ringan dan bahkan tanpa gejala sama sekali, Reynold meminta agar masyarakat tetap waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Oleh karena itu, kondisi seperti ini meskipun angka kematian yang sangat kecil. Tetapi banyak yang tidak bergejala ini yang harus kita masing-masing orang yang belum terinfeksi ini juga harus tetap menjaga jangan sampai tertular karena kita sudah tidak tahu ini. Karena lebih banyak yang tidak bergejala. Andai katapun ada gejala berarti hanya gejala ringan. Berarti batuk pilek biasa,” tutupnya. (Anti Patabang)