Rayakan Hardiknas, Siswa SLB Negeri Mimika Upacara Berpakaian Adat
Papua60detik - Rayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Mimika upacara bendera dengan memakai pakaian adat berbagai daerah.
Upacara diikuti oleh seluruh siswa dan guru serta orang tua siswa di halaman SLB Negeri Mimika, Jumat (02/05/2025).
Kepala SLB Mimika, Sunardin bertindak sebagai pembina upacara. Ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia saat ini adalah Abdul Mu'ti.
Dalam pidato tersebut, Mendikdasmen menekankan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremonial semata tetapi merupakan momentum meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ditegaskan juga, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Tidak boleh ada diskriminasi atas dasar suku, agama, bahasa, budaya, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
"Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara," ujar Sunardin mengutip pidato Mendikdasmen.

Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Hal ini tentu sesuai dengan Asta Cita Presiden yang berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.
"Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri namun perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat," tambahnya.
Adapun upaya dari Mendikdasmen dalam memperbaiki tata kelola dan pembinaan kinerja guru adalah dengan menerapkan pemberlakuan Tes Potensi Akademik (TPA), pembelajaran coding dan kecerdasan artificial.
Sementara untuk membentuk karakter siswa, Mendikdasmen, melakukan kebijakan dengan menerapkan tujuh kebiasaan anak indonesia hebat: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat. Ada juga program pagi ceria yaitu Senam Anak Indonesia Sehat (SAIS).
Di kesempatan sama, Sunardin mengajak peserta upacara untuk tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua masing-masing yang menjadi pendidik pertama bagi setiap insan.
"Mari kita berterimakasih kepada kedua orang tua, di mana orang tua adalah tenaga pendidik pertama bagi kita," ajaknya.
Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan berbagai acara hiburan seperti fashion show dan juga bazaar makanan hasil buatan anak-anak SLB sendiri. (Martha)