Ribuan Ayam Terancam Mati Percuma, Peternak Lokal Ayam Broiler Desak Dinas Peternakan Cari Solusi
Puluhan peternak lokal ayam broiler (pedaging) di Timika mendatangi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Pasar Sentral Timika, Jumat (12/06/2026). Foto: Martha/ Papua60detik
Puluhan peternak lokal ayam broiler (pedaging) di Timika mendatangi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Pasar Sentral Timika, Jumat (12/06/2026). Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Puluhan peternak lokal ayam broiler (pedaging) di Timika mendatangi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Pasar Sentral Timika, Jumat (12/06/2026). 

Mereka datang menuntut kepastian pasca penghentian sementara purchasing order (PO) oleh PT Pangan Sari Utama (PSU) lewat vendornya, PT Plasma Usaha Mitra Selaras (PUMS).

Diberitakan sebelumnya, pemutusan PO itu merujuk pada hasil inspeksi di RPHU milik Pemkab Mimika. PT PSU dan PT PUMS sebagai konsumen merekomendasikan pembenahan RPHU untuk menjaga kualitas ayam.

Menurut peternak, akibat pemutusan PO mereka mengalami kerugian tak sedikit. Sebagian ayam mereka sudah masuk masa panen, sementara tak ada kepastian kapan PO akan dibuka kembali.

Jika PO tak segera dibuka dan pasar tak menyerap ayam mereka, maka tak ada jalan lain kecuali membiarkan ayam mati percuma. 

Peternak dari SP3, Ukin, menyebut saat ini setiap peternak memiliki stok ayam mulai dari 500 ekor hingga ribuan ekor yang sebagian sudah siap panen.

Direktur PT Arafuru Papua Raya, Yance Sani sebagai pemegang PO mengakui masih kesulitan mencari pasar untuk ayam peternak yang sudah siap panen. Karena kondisi tersebut, pemotongan ayam dihentikan sementara untuk menghindari kerugian lebih besar.

"Keputusan ini tidak kita ambil secara sepihak. Karena sistemnya adalah dari hulu ke hilir. Kami menyayangkan keputusan ini datang langsung dari manajemen PSU. Kami mencoba menghubungi PT PUMS tapi mereka tidak bisa bantu banyak hal selain inspeksi dan Inspeksi," katanya. 

Karena tak ada solusi, para peternak mendatangi Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, Emma Kornelia Korwa, para peternak meminta pemerintah daerah mencarikan jalan keluar. Peternak mengusulkan hasil produksi ayam lokal diserap program MBG. 

Menanggapi hal itu, Emma Korwa berjanji akan mencari solusi atas persoalan tersebut, termasuk meminta PT PSU dan PUMS segera membuka kembali PO sebagai dukungan terhadap peternak lokal.

"Kami sangat memahami situasi ini. Kami akan berusaha semampu kami. Hari Senin kami akan bertemu lagi dengan pihak Pangan Sari untuk menyampaikan agar segera turun melakukan inspeksi sebelum ayam-ayam ini sampai mati di kandang," ujarnya.

Emma mengatakan, PT PSU telah menyampaikan komitmennya mendukung pengusaha Papua dan akan kembali membuka PO setelah perbaikan RPHU selesai dilakukan. Progres perbaikan RPHU ditaksir sudah mencapai 90 persen. (Martha)