Ribut Oknum TNI - Polri di Yahukimo, Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih Turun Investigasi
Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan

Papua60detik - Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih serta Korem 172 PWY membentuk tim investigasi terkait insiden penembakan anggota TNI oleh oknum Brimob Satgas Damai Cartenz di Yahukimo yang terjadi pada Rabu (27/7/2022) kemarin.

"Kita akan mengecek apakah betul terkait kronologis kejadian, siapa saja yang terlibat dari kejadian diwarung maupun penyerangan Polsek," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/7/2022) pagi. 

Ia mengungkapan, kesalahpahaman antara personel TNI dan Polri tersebut berawal pada Rabu siang sekitar pukul 13.30 WIT.

Polsek Dekai menerima laporan dari masyarakat adanya keributan di salah satu warung yang tidak jauh dari Polsek Dekai dan pemukiman warga.

Pada saat menangani permasalahan tersebut, terjadi kesalahpahaman antara aparat TNI dan Polri yang juga berujung keributan.

"Menerima laporan, personel Polsek Dekai langsung menuju ke TKP. Sesampainya di TKP, didapati adanya keributan antara pelanggan (oknum anggota TNI) Pratu UA dan pemilik maupun pelayan sehingga personel berupaya untuk menangani permasalahan tersebut," ujarnya. 

Personel Polsek Dekai kemudian membawa pelayan, pemilik dan oknum anggota TNI itu ke Polsek Dekai guna dilakukan pemeriksaan. Sore harinya, dilakukan mediasi bersama keluarga korban.

"Sekitar pukul 20.30 WIT malam harinya ada sekelompok massa yang mendatangi Polsek dan melakukan pelemparan batu secara mendadak yang mengakibatkan beberapa kaca dari kantor Polsek Dekai pecah disertai pembakaran terhadap pagar dan spanduk-spanduk Polsek," ungkap Kamal.

"Saat itu dilakukan imbauan kepada massa untuk membubarkan diri tetapi dari kelompok massa yang kurang lebih berjumlah 70 orang tetap melakukan aksinya sehingga anggota Polsek menghubungi Polres Yahukimo," ujarnya menambahkan.

Merespon laporan tersebut, personel Polres yang dipimpin Kapolres Yahukimo langsung melakukan penanganan dengan membubarkan massa. Situasi akhirnya dapat dikendalikan.

Namun berselang 15 menit kemudian, Kapolres mendapat informasi bahwa ada satu korban yang berada di rumah sakit dengan luka tembak di bagian paha. Diketahui korban merupakan anggota Kodim 1715 Yahukimo yakni Praka AS.

"Saat ini masih dilakukan konfirmasi terkait korban yang berada di rumah sakit apakah memang ada tembakan yang mengenai salah satu orang yang informasinya merupakan anggota Kodim 1715 Yahukimo," ujarnya.  

Insiden tersebut disesalkan Danrem 172/ PWY Brigjen TNI JO Sembiring. Pasalnya, terjadi di tengah-tengah sinergitas TNI-Polri cukup kuat dalam menjaga keamanan khususnya di Papua. 

Ia menegaskan, pihaknya bersama kepolisian akan menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas. Siapapun yang melakukan pelanggaran akan diproses. 

Selain satu anggota TNI yang terkena tembakan, diketahui anggota TNI yang terlibat keributan dengan personel Polri di warung, Pratu UA mengalami cidera di kepala. 

"Kejadian itu sangat kita sesalkan. Di tengah kita semakin solid, ada saja kejadian yang dilakukan oknum di lapangan tidak tepat," sesalnya. (Amma)