Ricuh di Kantor Bupati Paniai, Satu Warga Tewas Kena Tembak
Papua60detik – Seorang warga, Donatus Nawipa dilaporkan meninggal dunia diduga akibat terkena tembakan peluru aparat yang sedang mengamankan kericuhan saat berlangsungnya Rapat Badan Musyawarah (Bamus) Pemilihan Kepala Kampung di kantor Bupati Paniai, Selasa (05/07/2022).
Membenarkan kejadian tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, mengatakan bahwa keributan massa semakin tak terkendali sehingga aparat setempat mengeluarkan tembakan gas air mata untuk membubarkan. Namun, jumlah massa semakin bertambah dan melakukan perusakan.
“Jam 8 pagi ada Bamus pemilihan kepala kampung. Mereka kumpul untuk pendistribusian logistik. Namun massa yang berkumpul di kantor bupati bertambah Mereka mendesak Bamus tapi tidak dikehendaki. Keributan pun meningkat pada pukul 11.45 WIT,” ujar Kapolda kepada wartawan di Jayapura.
“Anggota yang melakukan pengamanan di kantor bupati meminta bantuan kepada Polres setempat. Karena sudah mulai keributan, massa sudah semakin beringas dengan melakukan perusakan di kantor Bupati Paniai. Anggota pun melakukan tindakan untuk membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata dan tembakan peluru karet. Saat itu ada peluru karet yang mengena masyarakat atas nama Donatus,” ujarnya menambahkan.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit akibat luka di bawah perut untuk mendapat penanganan. Sayangnya, nyawa Donatus tak tertolong dan meninggal dunia.
Atas peristiwa tersebut, Fakhiri menyebut telah meminta Kapolres setempat untuk mengambil langkah-langkah penanganan awal di lokasi kejadian dengan bernegoisasi dengan kepala kampung.
“Malam ini saya juga akan bertemu Bupati Paniai karena sedang berada di Jayapura, untuk penanganan korban meninggal maupun yang luka-luka,” ujarnya sembari mengaku menunggu data korban yang terluka pada kericuhan itu.
“Situasi masih tegang. Tetapi sudah tidak seperti yang awal terjadi keributan. Antisipasi dilakukan bantuan personel Polres Dogiyai digeser ke Paniai. Kalau eskalasi meningkat akan kami pertebal lagi,” kata Fakhiri. (Salmawati Bakri)