RSMM Menuju Rumah Sakit Mandiri Finansial
RSMM Kabupaten Mimika, Martha/Papua60detik
RSMM Kabupaten Mimika, Martha/Papua60detik

Papua60detik - Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Kabupaten Mimika milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terus berbenah menuju kemandirian finansial tanpa mengurangi fungsi sosial. 

Direktur RSMM, dr Hendry Roy mengatakan saat ini salah satu penopang utama keberlanjutan rumah sakit adalah Program BPJS Kesehatan.

"BPJS kesehatan itu kan program pemerintah. Semua penduduk Indonesia diwajibkan memiliki BPJS kesehatan, artinya pangsa pasarnya luas," ujar dr Hendry Roy saat diwawancarai beberapa waktu lalu. 

Ia menambahkan, dari sisi pemilik rumah sakit, YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI, memiliki proporsi pembiayaan premi BPJS khusus bagi masyarakat tujuh suku. Oleh karena itu, masyarakat tujuh suku yang preminya dibayarkan dapat memanfaatkan layanan BPJS di RSMM.

Rumah sakit juga tetap memberikan pelayanan kepada pasien tujuh suku yang belum memiliki BPJS Kesehatan. 

"Pelayanan harus tetap jalan, kita akan lihat jaminannya siapa. Pasien tujuh suku yang belum dijamin BPJS kesehatan, ada regulasinya akan dijaminkan YPMAK. Artinya pembayaran klaimnya tetap ada dari YPMAK dengan mengikuti skema yang berlaku," terangnya. 

Sementara untuk pasien non tujuh suku, RSMM telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah seperti Kabupaten Nduga dan Kabupaten Puncak. Namun untuk masyarakat non tujuh suku di luar kerja sama tersebut, biasanya akan dirujuk ke RSUD sebagai pengelola dana Otsus. 

"Kalau Papua non tujuh suku, kami belum ada dana Otsus untuk itu ya. Sementara memang ada di RSUD. Artinya masih penjamin umum atau pribadi tapi kadang mereka minta untuk dirujuk ke RSUD supaya bisa menggunakan dana Otsus," tambahnya. 

Ia menjelaskan, dalam upaya menuju kemandirian, RSMM menargetkan kondisi balance antara pemasukan dan pengeluaran operasional. Rumah sakit harus bisa menurunkan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan. Selain dukungan dari pemilik, RSMM juga berupaya mencari sumber-sumber pendapatan lain melalui diversifikasi layanan.

"Kami dari sisi rumah sakit, targetnya adalah setidaknya impas antara pengeluaran dan pemasukan, butuh effort untuk itu. Untuk kelola rumah sakit ini, kita ada ke arah sosial tetapi kita juga harus pikirkan keberlanjutan rumah sakit. Untuk kapan targetnya, memang harus kami tanyakan lagi ke pemilik," pungkasnya. (Martha)