Sebanyak 2.000 Ton Beras Belum Masuk ke Gudang Bulog Timika, Ini Penyebabnya
Beras di Gudang Bulog Timika saat masih tersedia banyak stok. Foto: Dok/Papua60detik
Beras di Gudang Bulog Timika saat masih tersedia banyak stok. Foto: Dok/Papua60detik

Papua60detik - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mimika telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) KCP Timika dan sejumlah Distributor beras lainnya. 

Sidak tersebut guna memonitoring adanya pasokan bahan pokok atau Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Kabupaten Mimika salah satunya beras.

"Kita jalankan tugas sebagaimana yang sudah tertuang dalam SK Bupati tentang Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mimika," ujar Plh Asisten II Setda Mimika, Petrus Lewa Koten usai menghadiri acara Seleksi Tilawatil Quran di Gedung Serbaguna Babussalam Timika, Jumat (19/5/2023) malam. 

"Jadi tim turun melakukan monitoring, dua hal yang pertama tentang ketersediaan sembako dan juga fluktuasi harga. Kita mengecek jangan sampai harga terlalu tinggi yang bisa menurunkan daya pembeli," ujarnya. 

Petrus mengatakan, pada saat Sidak yang dilakukan bersama Tim Inflasi Daerah, memang ada kendala terdapat kekurangan beras yang terjadi di Kantor Bulog Timika. 

Selanjutnya, kata Petrus, kurang lebih ada sekitar 2.000 ton beras yang belum masuk di Gudang Bulog Timika lantaran ketersediaan dari tempat asal yaitu Jawa dan Makassar sedang berkurang. 

"Tadi memang ada kendala seperti di Kantor Bulog terdapat kekurangan beras, jadi mereka sekarang masih menunggu didatangkan dari Jawa dan Makassar, kita tanya lagi berkurang produksinya sehingga berimbas kepada kita, dari Merauke juga tidak bisa mengirim sesuai dengan permintaan karena mereka di sana juga keseringan banjir sehingga produksi juga menurun," terang Petrus. 

"Tadi saya tidak catat ya, tapi totalnya sekitar 2000an ton itu yang akan masuk di Bulog. Itu terakhir nanti tanggal 29 Mei dia masuk Bulog. Dan itu yang kita monitor terus," sambung Petrus. 

Menurutnya kalau memang ada kelangkaan yang sudah tidak bisa di Handle oleh Bulog ataupun pengusaha lain maka pemerintah daerah harus intervensi dengan melakukan kerjasama antar daerah lain diluar Papua yang mempunyai stok beras banyak agar bisa dibeli dan dibuat dalam bentuk pasar murah. 

Selain sidak ke Bulog, pihaknya juga melihat ke Sejumlah Distributor Beras di Depan SMA Negeri 1 Mimika dan di toko beras samping GRaPARI Jalan Hasanuddin Timika. 

"Yang di toko beras Merauke depan SMA itu sama mereka kesulitan memenuhi permintaan karena di sana (Merauke) gagal panen," jelasnya.

Kata Petrus untuk hari ini yang dilakukan sidak yakni beras terlebih dahulu dan nanti Minggu depan gula sama minyak goreng. 

"Kami sidak atau monitoring ini diperintahkan pak Sekda satu minggu sekali," pungkasnya. (Eka)