Sempat Terjadi Gesekan dengan Aparat, Palang Jalan di Mimika Timur Akhirnya Dibuka
Pemalangan jalan di Mimika Timur, Sabtu (2/12/2023).  Foto: Eka/ Papua60detik
Pemalangan jalan di Mimika Timur, Sabtu (2/12/2023). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Keluarga korban lakalantas bersama masyarakat Ayuka melakukan pemalangan di pertigaan Mapurujaya Tipuka samping Polsek Mimika Timur, Sabtu (2/12/2023). 

Keluarga korban menuntut pertanggung jawaban atas meninggalnya dua remaja pada lakalantas ddi Jalan Kilometer 10, Kampung  Kadun Jaya pada Jumat (1/12/2023).

Kapolsek Mimika Timur AKP Matheus Tenggu Ate mengatakan, awalnya pemalangan jalan berjalan damai, namun entah siapa yang memprovokasi tiba-tiba oknum dari masyarakat mendorong Wakapolres. 

"Pemalangan jalan awalnya berjalan damai, tidak tahu siapa yang provokasi tiba-tiba Wakapolres didorong atau dipukul. Alasannya mereka mau kasih turun jenazah di tengah jalan sehingga Wakapolres melarang jangan, langsung bawa pulang ke Ayuka," katanya. 

Persoalan itulah yang membuat keluarga korban dan warga menyerang Polsek Miktim dan Wakapolres sehingga terjadi gesekan fisik antara masyarakat dengan polisi. 

"Dan saat itu juga kurang lebih pukul 15.00 WIT jalan sudah dibuka," ujarnya. 

Kapolsek mengatakan, terduga pelaku yang menabrak korban adalah pihak ketiga Pertamina yang menangani avtur. 

"Dan hasil keterangan dari pertemuan tadi dari pihak sopir mengakui waktu mengendarai terlihat ada motor namun posisinya masih jauh, tapi saat sopir melambung di situlah dia sambar motor korban," ucap dia. 

Pelaku sendiri telah menyanggupi menanggung biaya akibat kecelakaan dan juga mensupport dukungan logistik selama masa duka.

Besok, kedua korban rencananya akan dimakamkan. (Eka)