Siap-Siap, PLN Timika Rencana Pemadaman Bergilir 12 Jam
Kantor ULP Timika Kota di Jalan Hasanuddin. Foto: Dok/ Papua60detik
Kantor ULP Timika Kota di Jalan Hasanuddin. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - PLN UP3 Timika tak henti-hentinya melakukan pemadaman bergilir di hampir semua wilayah di Kabupaten Mimika.

Dulu sebelum PON XX Papua, hampir setiap hari perusahaan plat merah ini melakukan pemadaman bergilir dengan alasan pemeliharaan untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan event nasional tersebut. Waktu pemadamannya pun tak tanggung-tanggung, dari pagi sampai sore.

Kini setelah PON, perusahaan yang kini dikepalai Martinus Pasensi ini kembali mengeluarkan pemberitahuan, akan melakukan pemadaman bergilir di Kota Timika selama kurun waktu 12 jam yang dimulai jam 11.00 malam ini hingga esok siang jam 12.00 karena alasan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) menipis.

Hal ini pun dibenarkan Martinus, ia mengatakan suplay BBM untuk PLN sudah berkurang sejak satu bulan ini. Dulunya 120 KL sampai 160 KL dikurangi menjadi 60 KL sampai 80 KL saja.

“Saya tidak tahu apakah dari pusatnya yang ke Timika berkurang atau seperti apa, tapi yang jelas kuota kami PLN untuk ke PLTD, PLTMG itu berkurang,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (5/11/2021) malam.

Karena hal ini, Martinus mengaku telah menyurat langsung ke Jober dan Pertamina agar kuotanya bisa kembali normal.

“Tetapi baru diberitahu bahwa kemungkinan besok itu baru ada kapal dan itupun kuotanya kami tidak bisa ambil lebih lagi,“ jelasnya.

Ia mengatakan jika kapal belum masuk dan stok yang diberikan juga belum bisa memenuhi kebutuhan, maka PLN kata Martinus berencana meminjam stok BBM dari salah satu SPBU. Rencana inipun sudah ia utarakan ke Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Disperindag.

“Kalau itu bisa dikasih saya pinjam nanti begitu ada kuota PLN nanti kami kembalikan. Kalau sampai besok kita tidak dapat kuota kita akan layangkan surat itu. Saya berharap bisa pinjam dari SPBU. Tapi tadi saya lewat saja juga ada beberapa truck antri di SPBU. Truck saja antri apa lagi saya di PLN,” jelasnya.

Dengan adanya kejadian ini, Martinus mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini.

Sementara itu, Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Edi Mangun mengungkap, menipisnya stok BBM di PLN karena adanya rotasi kapal yang disebabkan cuaca sehingga menyebabkan keterlambatan kapal masuk ke Timika.

“Sebagaimana kita tahu bahwa pola distribusi kita yang lewat laut ini adalah satu-satunya untuk suplay ke Timika adalah lewat laut. Dan kita tidak menggunakan kapal yang besar karena teman-teman tahu sendiri bahwa untuk masuk ke Timika ini, kita harus melewati perairan yang dangkal,” ungkapnya kepada Papua60detik. 

Namun jika kondisi malam ini mulai membaik yakni air pasang, maka kemungkinan besok akan ada kapal yang masuk ke Timika, sehingga kondisi di Timika bisa kembali normal.

Edi menekankan jika suplay BBM masuk ke Timika hanya menggunakan kapal kecil saja. Bukan kapal besar karena melewati perairan yang dangkal.

“Tetap harus menunggu kondisi air,” ungkapnya.

Dengan keadaan ini. Ia berpesan kepada semua masyarakat untuk tidak panik. Hal jni terjadi bukan karena stok BBM kurang tetapi karena cuaca yang tidak mendukung.

“Jadi ini bukan BBM langka. Tapi kalau memang kondisi mendukung, tangker akan masuk dan akan bongkar di Jober dan mudah-mudahan besok sore kondisi di Timika bisa kembali normal,” tuturnya. (Anti Pataabng)