Sidak Jelang Lebaran, Ada Temuan Daging Ayam Tak Layak Konsumsi
Plt Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Kadis Peternakan dan Keswan drh Sabelina Fitriani saat sidak di penjual daging, Rabu (12/4/2023). Foto: Faris/Papua60detik
Plt Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Kadis Peternakan dan Keswan drh Sabelina Fitriani saat sidak di penjual daging, Rabu (12/4/2023). Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik - 9 hari Jelang Idul Fitri 1444 Hijriyah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika melalukan sidak ke sejumlah penjual daging, Rabu (12/4/2023).

Tim sidak dibagi tiga. Tim pertama dipimpin langsung oleh Plt Bupati, Johannes Rettob dan Kadinas Peternakan dan Keswan, drh Sabelina Fitriani sidak di Pasar Sentral dan deretan kios penjual daging Jalan Hasanuddin.

Tim kedua sidak di Gelael, Diana Shopping Center, kios daging di Jalan Budi Utomo dan Jalan Belibis.

Sementara tim ketiga, sidak di Eks Pasar Swadaya, penjual daging di Jalan Bougenville, Jalan Ki Hajar Dewantara dan Jalan Pendidikan.

Hasilnya, ditemukan 3 kilogram ayam beku tidak layak konsumsi dari lapak tiga penjual di Pasar Sentral. Dagingnya kehitaman dan kekuningan diduga tercemar pembungkus plastik. Ayam beku tersebut disita.

"Saya harap daging yang dijual harus baik supaya konsumsi masyarakat pada lebaran nanti itu tidak ada masalah," kata Plt Bupati usai Sidak.

Selain soal kelayakan konsumsi, John Rettob ingin memastikan stok daging cukup untuk memenuhi kebutuhan warga pada lebaran nanti.

"Saya mau melihat persis kesiapan dari penjual daging supaya masyarakat aman, mereka melaksanakan lebaran dengan aman tidak ada kenaikan harga yang fluktuatif, yang fantastis," jelasnya. 

drh Sabelina Fitriani mengatakan, sebenarnya sudah sering sosialisasi dan melakukan pembinaan kepada para penjual daging.

Warga pun menurutnya sudah semakin cermat memilih daging yang baik karena menyangkut kesehatan keluarga.

"Untuk stok daging kita cukup. Jadi kita punya ketersediaan ayam itu kurang lebih 600 ton untuk sampai Lebaran bahkan sampai setelah Lebaran cukup," pungkasnya (Faris)