SMP Negeri 9 Mimika Buktikan Sekolah Pinggiran Kota Mampu Berinovasi di Era Digital
Siswa di SMP Negeri 9 Mimika mulai menerapkan asesmen digital secara bertahap, foto: istimewa/SMP Negeri 9 Mimika
Siswa di SMP Negeri 9 Mimika mulai menerapkan asesmen digital secara bertahap, foto: istimewa/SMP Negeri 9 Mimika

Papua60detik - SMP Negeri 9 Mimika menghadirkan ADI SPENSEL yang menjadi salah satu finalis inovasi terbaik pada pameran inovasi daerah Mimika Innovation Week (MIW) tahun 2026.

ADI SPENSEL (Assessment Digital SMP Negeri 9 Mimika) ini untuk mengukur kemampuan siswa secara digital. 

Kepala SMP Negeri 9 Mimika, Martha Welma Benamen, mengatakan teknologi digital sudah menjadi keharusan dan menjadi bagian dari pembelajaran saat ini. 

Martha menjelaskan, setelah di uji coba pada 2024, ADI SPENSEL kini sudah difungsikan secara bertahap untuk berbagai bentuk asesmen, mulai dari asesmen harian, tengah semester, hingga asesmen lainnya. Memanfaatkan perangkat digital, siswa tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga belajar membangun keterampilan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Di tengah keterbatasan fasilitas, para guru dan warga sekolah tertantang mencari cara agar siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Kami mengembangkan inovasi ini sebagai salah satu upaya sekolah untuk mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran siswa," ujar Martha, Sabtu (15/08/2026). 

Ia menyebut, SMP Negeri 9 Mimika tidak berada di pusat kota. Sekolah ini berada di Distrik Kwwmki Narama.  Siswannya 100 persen Orang Asli Papua (OAP).

Keterbatasan perangkat dan jaringan tak jadi penghalang. Pihak sekolah berusaha menjawab tantangan pendidikan dengan menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Akhirnya, dengan ADI SPENSEL, SMP Negeri 9 kini  berhasil beralih dari asesmen kertas menjadi digital secara bertahap. Selain itu, inovasi ini juga menanamkan budaya belajar yang lebih adaptif, kreatif, dan efektif.

Martha menegaskan, sekolah di daerah pinggiran pun mampu mengambil bagian dalam transformasi digital pendidikan.

"Dari sekolah di daerah pinggiran, lahir semangat untuk terus berinovasi. Justru dari berbagai tantangan tersebut, muncul semangat guru dan warga sekolah untuk mencari cara agar siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman," pungkasnya. (Martha)