Soal Pembayaran Gaji Honorer, Ini Kata Kadinkes Mimika
Papua60detik - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra memastikan segera membayar gaji semua honorer kesehatan yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mimika, baik yang di wilayah pedalaman maupun kota.
Ia mengatakan pengusulan pembayaran 800 tenaga honorer tersebut sudah diajukan ke BPKAD Mimika sejak tiga minggu lalu atau sebelum PON XX selesai.
“Kami sudah mengusulkan itu, dan ini sedang divalidasi, terakhir mudah-mudahan sebentar atau besok mereka sudah bisa dibayar,” ungkapnya saat ditemui di Hotel Horison Diana, Selasa (2/11/2021).
Ia mengatakan salah salah satu kendala keterlambatan pembayaran honorer ini, yakni data tenaga para honorer ini baru selesai sekitar akhir September.
Perubahan dari SIMDA ke SIPDA juga membutuhkan waktu cukup lama bagi BPKAD untuk melakukan validasi data atau pemutakhiran data para honorer.
“Memang ketika sistem berubah, ada butuh proses, butuh waktu, tapi dari dinas kesehatan saya sendiri sudah menandatangani itu sejak tiga minggu lalu. PON belum selesai itu sudah kami usulkan,” katanya.
Meski ada keterlambatan, namun Reynold menjadikan jika nantinya semua gaji honorer ini baik TPP maupun ULP dipastikan akan dibayarkan. Namun ia meminta kepada semua honorer untuk bersabar.
Ia mengatakan Dinkes sudah melakukan berbagai upaya untuk menjawab permintaan tenaga kesehatan. Jika sebelumnya semua OPD mengistirahatkan tenaga honorernya, maka lain halnya dengan Dinkes yang tetap bekerja.
“Saya pikir kami tim di dinas kesehatan sudah melakukan fungsi kami. Karena ini sistem melibatkan berbagai pihak,” ungkapnya.
Ia mengatakan selain mendapatkan gaji dan tunjangan, honorer kesehatan yang ditempatkan di pedalaman, baik pesisir maupun pegunungan, mendapatkan bahan makanan setiap tiga bulan sekali.
Adapu tenaga kesehatan yang kini diakomodir menjadi honorer pemerintah yakni 800 orang yang sebelumnya hanya 112 orang saja. (Anti Patabang)