Sopir Angkot di Merauke Mogok, Tuntut Tarif Naik
Puluhan sopir angkot di Merauke menggelar aksi mogok di Jalan Martadinata Distrik Merauke, Rabu (7/9/2022). Foto: Ami/ Papua60detik
Puluhan sopir angkot di Merauke menggelar aksi mogok di Jalan Martadinata Distrik Merauke, Rabu (7/9/2022). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Puluhan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi mogok di Jalan Martadinata Distrik Merauke, Rabu (7/9/2022).

Mereka tak mempermasalahkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, tapi mereka juga menuntut ongkos atau tarif angkot naik.

Perwakilan Komunitas Angkot Merauke, Hendrik mengatakan, ia dan rekan-rekannya menuntut kenaikan tarif karena tarif yang berlaku saat ini tak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat ini harga tarif angkot untuk anak sekolah sebesar Rp3 ribu, orang dewasa sebesar Rp5 ribu. 

Para sopir meminta tarif angkot dinaikkan untuk anak sekolah menjadi Rp5 ribu sedangkan untuk dewasa menjadi Rp7 ribu.

“Kalau tarif tidak dikasih naik, kita mau kasih makan apa untuk anak istri  sementara penumpang kadang sepi,“ kata hendrik.

Organda Merauke, menurutnya tidak pernah hadir saat para sopir angkut kesusahan. Padahal seharusnya Organda ikut menyuarakan apa yang menjadi permasalahan sopir di lapangan.

Pada sopir berharap aspirasi yang disampaikan dapat didengarkan oleh Pemda Merauke. (Ami)