Susi Pudjiastuti Harap Kapten Philip Dibebaskan Sebelum Natal
Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), Susi Pudjiastuti. Foto: Faris/ Papua60detik
Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), Susi Pudjiastuti. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - 7 Desember 2023, tepat 10 bulan Kapten Philip Mark Mehrtens disandera kelompok bersenjata. Pilot Maskapai Susi Air itu disandera kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Paro Kabupaten Nduga, 7 Februari 2023 lalu.

Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), Susi Pudjiastuti hanya bisa berharap, Kapten Philip segera dibebaskan agar bisa berkumpul dan merayakan Natal bersama keluarganya.

“Sedih sampai saat ini. Hari ini saya mengajak bapak ibu sekalian berdoa semoga saudara-saudara kita di Papua, di hutan sana bisa memulangkan pilot Philip kami yang disandera sejak Februari tahun ini. Saya berharap sebelum Natal, Kapten Philip bisa kembali ke keluarganya,” kata Susi Pudjiastuti saat menghadiri perayaan Natal PTFI di Kuala Kencana, Sabtu (2/11/2023).

Pada peristiwa 7 Februari itu, selain menyandera Kapten Philip, kelompok bersenjata Nduga juga membakar pesawat Susi Air. Meski begitu, Susi Air tak berhenti terbang di pedalaman Papua, khususnya di wilayah masih tergolong aman. 

“Pesawat kami dibakar tetapi itu tidak membuang cinta kami kepada Papua,” katanya.

Beroperasi di tahun 2006, saat ini Susi Air telah memilik 22 pesawat. Di Papua, Susi Air punya enam base, salah satunya di Timika. 

Bagi Susi Pudjiastuti Tanah Papua adalah rumah kecintaannya yang kedua setelah rumahnya di Palembang.

Aparat keamanan sendiri telah melancarkan operasi pembebasan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu. Termasuk melakukan berbagai pendekatan, seperti negosiasi melalui Pemkab Nduga, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sayang, hingga jelang 10 bulan penyanderaan, semua upaya itu belum membuahkan hasil.

Dalam sebuah video, pimpinan kelompok bersenjata Nduga, Egianus Kogoya menyatakan, hanya akan membebaskan Kapten Philip jika Indonesia mengakui kemerdekaan Bangsa Papua. (Faris)