Tak Percaya Covid-19, Masih Ada Orang Tua Siswa Menolak Anaknya Divaksin
Papua60detik - Setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/1727/2021 yang membolehkan anak usia 12 sampai 17 tahun menerima vaksin covid-19, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama unsur TNI-Polri membuka layanan vaksin di beberapa sekolah.
Hari ini, Jumat (3/9/2021) layanan vaksin buka di SMPN 2 Mimika, SMP/SMA Taruna Nawaripi, SMPN 5 Mimika dan SMAN 2 Mimika. Layanan ini dibuka selama dua hari yakni sampai Sabtu besok.
Dari pantauan Papua60detik.id di SMPN 2 Mimika, terlihat siswa yang hendak menerima vaksin didampingi orang tuanya. Salah satunya Syalomika yang datang bersama mamanya.
Siswa kelas 9 ini mengaku tidak sakit saat divaksin. Rasanya hanya seperti digigit semut.
“Perasaannya biasa saja. Efeknya cuma lapar saja. Tidak sakit kok, kayak digigit semut saja. Jadi teman-teman jangan takut, karena kalau takut bisa drop. Jadi santai saja,” katanya usai menerima suntikan vaksin covid-19.
Saat mendengar pemerintah mengeluarkan SE vaksin anak usia 12 sampai 17, ia merasa ketakutan, namun setelah ia mendengar jika belajar tatap muka sudah bisa dimulai, maka ia pun semangat ikuti vaksin.
“Ini kemauan diri sendiri karena pengen belajar tatap muka,” pungkasnya.
Berbeda dengan Syalom yang sangat didukung orang tuanya menerima vaksin, ternyata masih banyak orang tua SMPN 2 Mimika yang menolak anaknya divaksin covid-19 karena tidak percaya covid-19.
Hal ini diungkapkan Kepala SMPN 2 Mimika, Mathius Sedan saat ditemui diruang kerjanya. Ia mengaku dari 997 siswa yang ada, masih ada sekitar 600 siswa yang belum divaksin.
“Mereka tegas mengatakan tidak percaya covid-19. Dan takut terjadi kenapa-kenapa. Ini mereka sampaikan dalam pertemuan yang kami lakukan,” ungkap Sedan.
Pihak sekolah pun tidak bisa memaksa, karena vaksin adalah hak setiap orang. Jika mau silakan dan tidak maupun tidak masalah.
“Ini memang intruksi pemerintah, tapi kembali kepada masing-masing kita,” ujarnya.
Namun ia berharap dengan adanya layanan yang dibuka di sekolah ini, semakin banyak siswa yang divaksin sebelum jadwal belajar tatap muka dilakukan.
“Kita rencana tanggal 6 ini, tapi semua tergantung keputusan pak Bupati,” katanya. (Anti Patabang)