Tak Punya UTD, Peran PMI Terbatasi
Kantong Darah salah seorang pendonor di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jumat (3/8/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik
Kantong Darah salah seorang pendonor di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jumat (3/8/2021). Foto: Fachruddin Aji/Papua60detik

Papua60detik - PMI Mimika berharap Pemkab Mimika memberikan dukungan berupa Unit Transfusi Darah (UTD). Bagi PMI masalah ketersediaan stok darah bakal selesai jika mereka punya UTD.

"Kalau kita punya UTD maka kebutuhan darah di Mimika ini bisa terpenuhi. Kenapa demikian, karena selain kami organisasi kemanusiaan, kami juga turun langsung ke lapangan untuk jemput bola," ujar Ketua Harian Palang Merah Indonesia (PMI) Mimika, Jaconis Manusiwa saat ditemui wartawan di Jalan Hasanuddin, Jumat (3/8/2021).

PMI katanya sudah memiliki komunitas donor darah yang berfungsi menjadi pendonor saat masyarakat membutuhkan darah di rumah sakit sesuai kebutuhan.

Soal UTD, Jaconis mengaku beberapa waktu lalu sudah melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Mimika selaku perwakilan Pemerintah Daerah, tetapi karena pandemi, belum ada tindak lanjut.

"Tapi namanya pembicaraan kan ada prosesnya. Kami butuh seperti tempat, tenaga dan lainnya, jadi kami minta pemerintah daerah itu mendukung kami mengelola darah, sehingga kita bisa bisa memaksimalkan peran," terangnya.

Menurutnya, harus ada pihak ketiga yang mengelola darah dan tak harus PMI.

"Nah sekarang kan RSUD ambil RSUD, charitas ambil ke charitas, kalau rumah sakit lain ini bagaimana?," ungkapnya. (Fachruddin Aji)