Telurnya Melimpah, Pasarnya Dimana?
Kandang peternak ayam petelur lokal di Timika.  Foto: Dok/Papua60detik
Kandang peternak ayam petelur lokal di Timika. Foto: Dok/Papua60detik

Papua60detik - Sejak beberapa tahun lalu, Mimika sudah swasembada telur. Para peternak lokal sudah mampu menutupi kebutuhan warga.

Tak lagi perlu mendatangkan telur dari luar untuk kebutuhan warga, bahkan di hari raya sekalipun. Mimika juga sudah mampu membantu kebutuhan telur kabupaten sekitar.

Makin ke sini, produksi telur lokal Timika makin naik. Dulu swasembada kini sudah melimpah.

Data Disnak, peternak ayam petelur lokal di Mimika mencapai 200 lebih, terdiri dari 100 kelompok peternak ayam petelur mandiri, binaan YPMAK, YJM dan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Yosefin Sampelino menyebut, produksi telur lokal Timika per hari dapat mencapai 11,3 ton.

Di titik itu, timbul soal baru. Pasar untuk menyerap produksi telur sebayak itu belum memadai.

Ia hanya berharap perusahaan atau pengusaha lokal dapat membantu menyerapnya. Hitung-hitung itu akan meningkatkan ekonomi para peternak lokal.

"Dari pada beli telur dari luar, alangkah baiknya telur lokal yang diserap, secara kualitas telur kita juga tidak kalah kok," kata Yosefin, Selasa (11/5/2021).

Selain minimnya pasar, harga pakan ternak juga terus meningkat. Peternak di Mimika seluruhnya mendatangkan pakan dari luar. Di Mimika belum ada produsen pakan karena bahan sisa pertanian sebagai bahan baku pakan ternak tak cukup banyak.

"Menurut perhitungan kami memang jauh lebih baik didatangkan dari luar dibandingkan produksi di lokal, karena bahan sisa pertanian seperti dedak padi sangat kecil dan upah untuk tenaga yang kerja juga terbilang mahal, jadi lebih baik datangkan dari luar saja," tutupnya. (Fachruddin Aji)