Terkendala Jarak, SAR Timika Masih Berupaya Evakuasi Kru KM Kalimas 4
Tim SAR Gabungan menemukan drum diduga berasal dari KM Kalimas 4. Foto: Humas SAR Timika
Tim SAR Gabungan menemukan drum diduga berasal dari KM Kalimas 4. Foto: Humas SAR Timika

Papua60detik - Tim SAR gabungan kembali dikerahkan untuk mengevakuasi enam kru KM Kalimas 4 yang dilaporkan telah ditemukan oleh nelayan.

Keenamnya ditemukan oleh nelayan Kampung Pirimapun Pantai Kasuari Kabupaten Asmat pada Rabu (15/12/2021). Mereka kemudian dipindahkan ke kapal jaring.

Persoalannya, kapal yang mengevakuasi mereka sedang berada di laut lepas, jauh dari daratan.

Enam kru tersebut diantaranya, Ansar (Capt Kapal), Ruslan (ABK), Supliansyah (ABK), Nikmat (ABK), Haswan (ABK), Mirzan (ABK).

"Kapal kita yang tadi bersandar di Asmat mencoba koordinasi dengan kapal yang menemukan korban. Proses evakuasi cukup jauh, butuh waktu lama. Informasinya itu di tengah laut lepas," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika George LM Randang, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/12/2021).

Untuk memastikan kondisi enam kru kapal dalam keadaan selamat, SAR Timika membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam dari Kabupaten Asmat ke titik lokasi keberadaan para nelayan yang menemukan korban. 

"Karena (kapal nelayan itu) tidak bisa masuk ke Asmat, jadi kita datangi. Saat penemuan (kemarin) belum bisa kita bilang selamat. Informasi betul ditemukan, tapi kita belum melihat secara langsung. Butuh waktu sehari lebih untuk evakuasi. Kapal lagi bergerak ke sana. Butuh 4 sampai 5 jam dari Asmat ke lokasi. Maksimal 10 jam tergantung cuaca. Jadi kemungkinan besok baru bisa masuk. Itu bayangan saja. Kalau di pulau pasti kita sudah evakuasi," kata George. 

SAR Timika saat ini fokus pada evakuasi terhadap korban. Dari para korbanlah bisa diketahui kejadian yang sebenarnya terjadi pada kapal yang memuat BBM PLN untuk Kabupaten Asmat ini. 

"Tanki diduga milik kapal ditemukan tim SAR gabungan yang tidak jauh dari pulau tiga. Kita fokus dulu ke korban lalu dalami koordinat kejadian. Apakah tenggelam atau terbalik. Nanti setelah bertemu dengan orang yang naik ke kapal baru kita bisa tahu," ujarnya. (Salmawati Bakri)