Terpilih Pimpin KKST, Herman Gafur Anggap Dualisme Sebagai PR Kepengurusannya
Warga KKST Mimika berfoto bersama ketua terpilih, Herman Gafur usai Musdalub di Eme Neme Yauware, Senin (28/3/2022). Foto: Burhan/ Papua60detik
Warga KKST Mimika berfoto bersama ketua terpilih, Herman Gafur usai Musdalub di Eme Neme Yauware, Senin (28/3/2022). Foto: Burhan/ Papua60detik

Papua60detik - Herman Gafur terpilih memimpin Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Mimika secara aklamasi usai dua pesaingnya menyatakan mundur pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Eme Neme Yauware, Senin (28/3/2022).

Setelah vakum kisaran tujuh tahun, pergantian kepengurusan KKST Mimika diterpa dualisme kepemimpinan. Polisi sampai harus turun tangan memediasi persoalan ini. 

Sebelum Musdalub ini, kelompok lain telah memilih dan melantik kepengurusan KKST yang dipimpin Djaenuddin. Pengukuhannya dihadiri Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani dan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Sementara Musdalub yang memilih Herman Gafur sebagai ketua KKST dihadiri dan dibuka oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Menyikapi masalah ini, Herman Gafur mengaku siap mengundang kelompok lain untuk bermusyawarah dan berdiskusi menyudahinya.

"Saya membuka diri mendapat masukan karena bagaimanapun juga proses Musda ini kan banyak dinamika. Bahkan sebelum pembukaan ada insiden dan itu bukan sesuatu yang luar biasa tetapi hanya menunjukkan animo warga KKST di kabupaten ini luar biasa. Hal seperti ini jadi PR saya dan pengurus yang terpilih nantinya. Kira-kira membangun sinergitas supaya kesadaran kita berorganisasi berkumpul dan berkerukunan bisa dilaksanakan bersama-sama," kata Herman Gafur.

Dinamika di dalam tubuh KKST menurutnya, hanya luapan harapan agar KKST dirasakan manfaatnya oleh warga Sulawesi Tenggara di Kabupaten Mimika.

Memulai kepemimpinannya, ia akan mengundang para tokoh, para sesepuh, pemuda dan tokoh perempuan bermusyawarah menyamakan persepsi tentang komposisi ideal kepengurusan KKST Mimika.

"KKST wadah yang begitu besar, sehingga dinamika itu muncul. Artinya ada sebuah harapan dan keinginan. Saya yakin dan percaya di dalam organisasi itu ada rujukan yaitu anggaran dasar dan anggaran rumah tangga," katanya. (Burhan)