Thobias: Ikan Nelayan di Kokonao Dihargai Terlalu Murah
Papua60detik - Anggota Komisi A DPRD Mimika, Thobias A Maturbongs mengungkap kondisi memperihatinkan nelayan di Kokonao Distrik Mimika Barat, Mimika Papua Tengah.
Menurut Thobias, masyarakat di bagian pesisir pantai itu hanya mengandalkan dari hasil tangkapan laut yang dijual ke pengepul. Ironisnya oleh pengepul ini hanya dibeli Rp2 ribu per kilogram untuk jenis ikan campuran (berbagai jenis ikan di dalamnya).
"Ikan campuran Rp2 ribu per kilogram di Kokonao. Biasa hasil tangkap masyarakat sekitar 10 sampai 20 kilogram lalu dibeli oleh pengepul dengan harga dua ribu per kilogram, hasilnya dibuat beli beras dan beli bahan bakar untuk pergi mencari lagi, lalu apa yang mau dimakan kalau hasilnya habis hanya untuk beli bensin," ungkap Thobias kepada wartawan, Jumat (9/6/2023).
"Masyarakat setelah membawa hasil tangkapan nya lalu dibeli oleh pengepul dengan harga dua ribu, mau tidak mau ya masyarakat lepas, kalau tidak ya bawa pulang untuk dimakan sendiri," lanjut dia.
Kata Thobias masyarakat sendiri lebih senang jika harus menjual dengan berjalan kaki menawarkan dagangannya dari rumah ke rumah, termasuk jika saat ada tamu atau pejabat datang dari kota.
"Makanya masyarakat lebih senang menjual ke setiap rumah dengan berjalan, apalagi saat ada tamu dari Kota itu bisa dibeli lebih baik harganya dibandingkan dia jual ke pengepul," katanya.
Namun, hal itu tidak setiap hari dirasakan oleh masyarakat, karena penjualan utama harus tetap bergantung kepada para pengepul.
Untuk itu Thobias meminta agar Dinas terkait dapat memperhatikan dan mengatur terkait harga jual yang akan dibeli oleh pengepul untuk selayaknya masyarakat mendapat keuntungan.
"Paling tidak Dinas terkait bisa mengatur harga bagaimana baiknya, dengan harga yang layak dan masyarakat dapat keuntungan. Kalau masyarakat cari hingga 20 kg itu tidak cukup untuk beli beras kalau harga per kilonya dua ribu. Sedangkan bensin mahal, buat balik untuk cari ikan lagi bingung karena ga ada uang yang bisa dibuat beli bahan bakar," jelasnya.
"Masyarakat di pesisir kan bukan bertani, dia hanya mengandalkan dari laut saja. Jadi saya harap pemerintah juga ikut turun tangan terkait ini, agar masyarakat ini dapat diuntungkan," pungkasnya. (Eka)