Tiga Tersangka Jual Beli Amunisi Diserahkan ke Kejaksaan

- Papua60Detik

Polres Mimika menyerahkan tiga tersangka jual beli amunisi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, Rabu (7/12/2022). Foto: Istimewa
Polres Mimika menyerahkan tiga tersangka jual beli amunisi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, Rabu (7/12/2022). Foto: Istimewa

Papua60detik- Tiga tersangka jual beli amunisi kini menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika setelah berkas perkara ketiganya dinyatakan lengkap atau P21, Rabu (7/12/2022).

Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra menyebut ketiga tersangka masing-masing berinisial  MN alias Nokia, BK alias Botak dan YA alias Yanto.

"Sudah kita limpahkan. Tersangka kita serahkan beserta barang buktinya tadi," ujar Kapolres saat ditemui di Mapolsek Mimika Timur.

Para tersangka merupakan Ketua KNPB Timika berinisial YA selaku penjual amunisi, Ketua Dansektor KNPB Djayanti Timika berinisial MN sebagai perantara dan anggota KKB Intan Jaya berinisial BK selaku pembeli.

Penyidik Satreskrim Polres Mimika didampingi Kasipidum Kejari Mimika Febiana Wilma Sorbu telah melakukan rekonstruksi dengan total 20 adegan. 

Mula-mula, tersangka MN menemui tersangka YA di pangkalan Djayanti menanyakan amunisi. Setelah dipastikan ada, MN lalu memberitahukan itu kepada BK untuk menyiapkan uang sebesar Rp.19 juta dengan harga amunisi yang dijual seharga Rp200 ribu perbutir. Total amunisi yang dimiliki YA sebanyak 95 butir.

YA lalu pergi mengambil amunisi yang ditanamnya sejak tahun 2016 di sekitar perumahan Lanal, Jalan Freeport lama. Ia lalu mengantarkannya ke rumah MN di Kampung Mimika Gunung Djayanti pada Rabu (21/9/2022).

Setelah menunggu beberapa saat, BK pun hadir menggunakan mobil. Sementara MN berjalan kaki, menemui YA. Ketiga tersangka kemudian melakukan transaksi jual beli di rumah MN.

Selanjutnya, YA bertolak dari tempat itu. Tersisa BK dan MN di rumahnya. 

BK menitipkan amunisi itu di MN. Setelah amunisi itu dimasukkan ke kantong plastik, BK lalu beranjak dari tempat MN menuju Kwamki Narama. Selang beberapa saat kemudian, EO yang kini menjadi DPO, mendatangi rumah MN.

MN meminta kepada EO untuk mengamankan amunisi milik BK di kali pindah-pindah.

Keesokan harinya, yakni Kamis (22/9/2022) EO kembali ke rumah MN untuk menyerahkan kembali amunisi itu. Di dalam kantong yang awalnya hanya berisikan 95 butir amunisi, bertambah menjadi 113 butir. 

Tiba-tiba, EO yang melihat petugas yang hendak melakukan penangkapan, berusaha menyembunyikan amunisi yang akan dikembalikan ke MN sembari melarikan diri ke arah luar. Sementara MN yang lari ke arah dalam, berhasil ditangkap petugas. (Amma)




Bagikan :