Tim Labfor Polda Papua Selidiki Jenis Bahan Peledak Kasus Bom PD II di Biak
Papua60detik - Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Papua masih menyelidiki jenis bahan peledak dalam kasus ledakan bom di Biak yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia pada akhir Mei lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Komisaris Besar Polisi Parasian Herman Gultom mengatakan tim Labfor sudah mengambil sejumlah sampel untuk menyelidiki jenis bahan peledak pada bom tersebut.
"Sampel sudah diambil dari TKP (tempat kejadian perkara) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Herman Gultom, Kamis (4/6/2026) seperti dikutip dari ANTARA.
Ia mengatakan saat ini TKP ledakan bom belum dinyatakan aman karena tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana Brimob Polda Papua masih melakukan sterilisasi.
Pembersihan TKP dari bahan peledak dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sisa bahan berbahaya yang dapat menimbulkan korban jiwa.
"Tim Jibom masih melakukan sterilisasi agar TKP benar-benar bersih dari barang berbahaya," katanya.
Sebelumnya, Kapolres Biak AKBP Ari Trestiawan mengatakan tim Jibom Brimob Polda Papua telah menemukan granat dan amunisi serta pecahan proyektil yang diduga peninggalan perang dunia II.
"Berbagai jenis bahan peledak diduga peninggalan perang dunia II itu sudah dimusnahkan," katanya.
Insiden ledakan bom peninggalan perang dunia II di Biak terjadi pada Minggu 31 Mei lalu. Ledakannya mengakibatkan enam orang meninggal dan tiga orang dilaporkan hilang serta sejumlah rumah warga rusak.
Pencarian tiga warga yang dilaporkan hilang juga masih terus dilakukan. Upaya pencarian masih dilakukan di luar lokasi ledakan sambil menunggu Tim Jibom menyatakan TKP ledakan steril dari bahan peledak.
"Mudah-mudahan sterilisasi segera selesai sehingga tim lainnya dapat melakukan olah TKP," kata Ari Trestiawan.
Sementara temuan Tim SAR Gabungan berupa potongan organ manusia telah dibawa dan disimpan di kamar jenazah RSUD Biak guna proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. (Redaksi)