Tingkatkan Literasi, SATP Latih Guru & Pembina Baca Cepat
Papua60detik – Komitmen dalam membangun kualitas pendidikan anak-anak Papua terus ditunjukkan oleh Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), lembaga pendidikan yang dibina oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Jumat (11/4/2025). SATP menggelar workshop dan pelatihan teknik membaca cepat bagi para guru dan pembina.
Kegiatan ini menggandeng PT Presenta sebagai learning partner, dengan melibatkan 80 guru dari jenjang SD dan SMP serta 20 orang pembina SATP. Tujuannya adalah untuk memperkuat kompetensi para pendidik dalam mendampingi proses belajar anak-anak, terutama dalam mengatasi tantangan literasi.
Deputi Program YPMAK, Billy Korwa, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari peningkatan mutu guru.
“Jadi ini pelatihan khusus, karena dalam pendidikan keguruan itu untuk teknik-teknik yang khusus begini tidak diajarkan sehingga pelatihan ini sangat penting sekali bagi guru dalam meningkatkan pengetahuan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini bukan hanya berfokus pada kecepatan membaca, tetapi juga pada pemahaman yang dapat langsung diterapkan di ruang kelas.
“Jadi pelatihan ini menjadi langkah awal SATP, untuk keluar dari masalah-masalah membaca, karena sesuai survei tadi anak-anak hanya membaca 27 halaman dalam satu tahun, artinya banyak waktu anak-anak yang terbuang,” jelasnya.
Billy memastikan YPMAK akan terus memberikan dukungan terhadap setiap program pendidikan yang dijalankan SATP.
“Pada intinya kami YPMAK hadir sebagai mitra untuk mendorong segala proses yang dilakukan SATP dan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas anak-anak menjadi prioritas kita,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokpon Timika, Andreas Ndityomas, menyebutkan pengembangan kemampuan guru dan pembina dalam bidang literasi menjadi fondasi penting dalam kurikulum kontekstual yang dikembangkan SATP.
“Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak maka SDM guru dan Pembina yang kita miliki harus memiliki kualifikasi untuk mendukung kurikulum berbasis kehidupan kontekstual Papua yang sudah kita bangun, sebagai pondasi pendidikan dasar 9 tahun di SATP,” katanya.
Sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum integrasi Montessori, SATP menghadirkan pelatih profesional dari Jakarta untuk mendampingi proses pelatihan ini.
“Ini memang baru pertama kali digelar dan ini juga sebagai bentuk pelaksanaan kurikulum yang kita kembangkan yakni kurikulum berbasis kehidupan kontekstual Papua integrasi Montessori,” harapnya
Sementara itu, Manajer Operasional PT Presenta, Amar Widiyanto, menjelaskan bahwa dalam pelatihan ini para guru akan dikenalkan pada metode untuk menilai kemampuan membaca cepat serta cara menghitung kecepatan membaca melalui pendekatan ilmiah.
"Jadi materi yang kami berikan yakni menilai kemampuan membaca cepat dan akan kami coba menghitung cara membaca guru dengan menggunakan rumus,” jelasnya.
Amar menargetkan hasil pelatihan ini mampu meningkatkan kecepatan membaca peserta dua hingga tiga kali lipat, sampai 500 kata per menit.
Salah satu peserta pelatihan, Mareselina Welerubun, mengaku sangat antusias dengan program ini.
“Saya sangat antusias karena pada kenyataannya kita punya kemampuan literasi rendah dan kita sebagai guru atau tenaga pengajar kita wajib punya pengetahuan yang lebih supaya kita bisa mengajarkan kemabali ke kita punya anak didik,” tuturnya, (Faris)