Titus Potereyauw Terbaring Sakit dan Mimika Melupakan Jasanya
Wakil Bupati Mimika membesuk Titus Potereyauw yang sedang terbaring sakit, Jumat (27/06/2020).
Wakil Bupati Mimika membesuk Titus Potereyauw yang sedang terbaring sakit, Jumat (27/06/2020).

Papua60detik - Titus Potereyauw terbaring sakit. Selimut tipis bergambar Bob Marley membungkus separuh badannya sampai kaki. Di atas kasur tanpa ranjang ia habiskan waktu dengan memejamkan mata.

Sakit yang menggerogoti membuat badannya kelihatan lebih kurus dan ringkih. Janggut dan kumisnya yang memutih sebagian entah berapa lama tak dipangkas. Sudah sejak April ia dalam keadaan begitu.

"Sadar tapi tidak bisa begerak. Kita bicara, tidak bisa jawab, hanya buka mata sedikit terus tidur lagi. Makan hanya makan bubur," kata Florida Kaise Potereyauw, istri yang setia di sisinya dari sehat pun sakit, Sabtu (27/06/2020).

Titus Potereyauw adalah bupati pertama Mimika. 8 Oktober 1996 di Jayapura, Titus mengucap sumpah dan janji jabatan Bupati Kabupaten Mimika di Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya seperti ditulis di buku tipis milik Diskominfo. Hari itu kemudian dikenang dan dirayakan sebagai HUT Mimika.

Ketika itu, Mimika masih berstatus kabupaten administratif. Titus yang lahir di Kampung Keakwa adalah orang yang mengantar Mimika menjadi kabupaten definitif pada 2001.

Menilik dari sejarah dan jasanya, agak aneh ketika tak satupun pejabat Pemkab Mimika yang datang membesuknya. Semenjak keadaannya memburuk, hanya keluarga dekatnya menemani.

"Apokona," ujar Florida dalam bahasa Kamoro yang berarti tidak ada.

Pada Januari, Titus sempat periksa di Klinik Kuala Kencana. Hasil diagnosa dokter, gula darah, kolestetol dan asam uratnya bermasalah.

Ketika keadaanya memburuk, pada April keluarga membawanya ke RSMM, diopname. Ia didignosa menderita diabetes. Belum lagi pulih, pihak rumah sakit membolehkan keluarga memulangkannya.

"Saya sendiri tidak mengerti karena bapak belum baik sudah disuruh pulang. Kami mau bikin apa. Apa yang dokter di sana bilang, ya kita bawa pulang bapak. Sampai di sini tetap saja seperti kondisi di rumah sakit. Saya sendiri tidk mengerti," ungkap Florida.

Dulu ketika Titus sebagai Bupati Mimika, ia memanggil semua anak-anak Mimika di luar agar kembali membantunya. Johannes Rettob, yang saat ini jadi Wakil Bupati Mimika salah satunya. Ketika itu, Titus datang ke Jakarta menemui John, memintanya kembali ke Mimika membantu mengurus soal perhubungan.

"Saya sampai tiba di Timika ini karena beliau," kenang John.

Sejak kondisi kesehatan Titus memburuk, hari itu adalah kali pertama John datang membesuknya. Walau kondisi kesehatan Titus selalu ia ikuti.

Bahkan, soal kondisi kesehatan Titus yang memburuk sebetulnya telah ia sampaikan ke pimpinan daerah dan para pejabat. Makanya ia heran, tak satu pun dari mereka yang datang membesuk, mendoakan atau sekedar menyapa.

"Jujur saja saya sesalkan karena beliau ini perintis, orang yang harus kita hormati, hargai. Bukan saja sebagai pimpinan tapi sebagai orang tua. Kita harus hargai," kata John bercampur heran dan sedih.

Beberapa pejabat aktif di Mimika saat ini sudah memulai karir di periode Titus jadi bupati. Tapi John mengakui, melupakan sejarah, melupakan orang-orang berjasa sudah jadi kebiasaan di Mimika.

Keluarga Titus kini hidup mengandalkan gaji pensiun. Istrinya, Florida dulu juga adalah ASN, ia seorang bidan. Dari pernikahan mereka lahir tiga anak. Keduanya memiliki enam orang cucu.

Kompleks kediaman keluarganya di SP3 tampak asri. Ada tiga rumah berjejer ke belakang. Pepohonan dan bunga tumbuh di halaman meski tampak kurang terawat.

Rumah paling depan dibangun LPMAK (sekarang YPMAK). Di sampingnya terparkir mobil corolla tua milik Titus. Kondisinya tak terawat.

Rumah paling belakang yang sekarang mereka tinggali dibangun Pemkab Mimika. Kelihatan jauh dari kemewahan. Ornamen Natal di pintu depan sudah lusuh. Sofa hasil modifikasi ditaruh di bagian teras, alas duduknya diganti papan kayu. Belasan pohon pinang tumbuh menjulang di sisi kirinya.

Rumah pribadinya berada di tengah, tersisa rangka saja. Florida memutuskan membongkarnya pada April lalu agar pemandangan ke jalan lebih lapang.

"Ini (dulu) kita bangun pelan-pelan, mama cari lokasi dari bapak desa," kisah Florida.

8 Oktober tahun ini, Mimika akan merayakan usia yang ke-24. Di sepanjang sejarah dan perjalanan Mimika sekarang dan nanti, di sana ada jejak-jejak Titus Potereyauw. Jangan lupa itu. (Burhan)