TNI Kirim Ratusan Prajurit ke Nduga, Pangdam: Jika Diserang Beri Perlawanan Penuh
Papua60detik - Ratusan prajurit TNI Satgas Yonif RK 751/VJS dikirim ke Kabupaten Nduga untuk menggantikan tugas Satgas Yonif Raider 321/GT/13/1 Kostrad yang telah menjalankan tugasnya selama 9 bulan.
Sebelum berangkat, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan melakukan pemeriksaan kesiapan operasi satuan Yonif RK 751/VJS di Lapangan Mayonif RK 751/VJS Sentani, Jayapura, Rabu (14/6/2023)
Dalam arahannya, Pangdam memerintahkan prajurit memberikan perlawanan penuh apabila mendapat serangan dari kelompok bersenjata.
"Jika kalian diserang maka harus memberikan perlawanan penuh yang dimiliki, tidak boleh ragu-ragu sebab saya tidak mau ada prajurit saya yang korban," pesannya.
"Kita tidak menyerang tetapi kalau kita diserang kita berikan perlawanan sepenuhnya. Kami yang berada di sini akan memberikan bantuan kepada prajurit yang diserang dengan kekuatan penuh sebab Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Pangdam.
Ia mengatakan, kedaulatan Indonesia di Papua diakui dan dihormati semua negara. Sebagai prajurit sudah seharusnya menjaga keutuhan negara.
"Kita harus jaga keutuhan negara, tidak boleh ada pihak-pihak yang mau memisahkan Papua dengan Indonesia. Jika itu ada, itu akan menjadi lawan kita. Jadi, saya tegaskan kita tidak menyerang KKB sebab mereka merupakan saudara kita bahkan masyarakat kita yang harus kita layani," tegasnya.
Pangdam meminta kepada prajuritnya yang akan menempati pos di Kabupaten Nduga agar selalu membantu masyarakat setempat agar memiliki masa depan lebih baik.
Ia mengatakan, keberadaan TNI di Nduga untuk membantu pemerintah setempat mengatasi semua permasalahan agar masyarakat bisa kembali normal beraktivitas dan pembangunan bisa berjalan lancar.
"Kita TNI hadir di situ, agar pembangunan yang terhambat bisa berjalan, bukan untuk menyerang hingga menumpahkan darah KKB," imbuhnya. (Amma)