TNI-Polri Siapkan Bakar Batu 1 Desember di Papua
Papua60detik - TNI dan Polri mulai mengantisipasi segala kegiatan peringatan 1 Desember oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Suswatyo meminta dukungan masyarakat agar selalu bekerja sama dengan aparat keamanan.
"Kepada masyarakat, kalau ada hal yang aneh bisa dilaporkan langsung ke aparat keamanan. Kita tahu 1 Desember itu hari apa. Jadi kita harap semuanya akan aman, lancar karena itu adalah bulan cinta kasih menjelang Natal," ujarnya saat ditemui di bilangan Jalan Yos Sudarso, Selasa (24/11/2020).
Suswatyo mengatakan, guna mewujudkan cinta kasih menjelang Natal itu, akan digelar acara adat bakar batu pada 1 Desember mendatang di lahan pembangunan Markas Kogabwilhan III, SP5.
Acara tersebut direncanakan akan dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis.
Jajaran TNI-Polri bersama Pemerintah Kabupaten Mimika pun telah mengadakan pertemuan pemantapan persiapan.
"1 Desember nanti, Pemerintah Daerah bersama TNI-Polri bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan tentunya masyarakat itu sendiri. Semoga situasi dan kondisi di Timika khususnya, akan aman, damai, tenang seperti biasanya," imbunya.
Melaksanakan kegiatan di masa pandemi covid-19 tentu mengandung risikonya sendiri. Ia pun mengakui, acara bakar batu nanti tidak terhindar dari kerumunan masyarakat. Sebab itu, protokol kesehatan jadi atensi.
"Pada saat bakar batu pasti melibatkan masyarakat banyak. Masyarakat di sini tidak diundang pasti datang. Makanya kita antisipasi siapkan petugas dan alat pelindung diri," katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Mimika siap mendukung kelancaran acara tersebut dengan syarat mengutamakan protokol kesehatan.
Peringatan 1 Desember di Papua yang sedang diantisipasi oleh aparat TNI-Polri sejatinya bukanlah hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM)
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan, 1 Desember diperingati masyarakat Papua sebagai hari lahirnya embrio kebangsaan serta negara Papua Barat.
"1 Desember itu hari para tokoh Papua dan pemerintahan Belanda mengumumkan embrio negara. OPM berjuang untuk pengakuan itu," kata Sebby seperti dilansir tirto.id. (Salmawati Bakri)