Tony Wenas: Karyawan PT Freeport Tangguh Hadapi Pandemi
Papua60Detik - Awal masa pandemi covid-19, semua pada khawatir tentang situasi area kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura.
Tembagapura tidak diuntungkan dengan kondisi alam, cuaca dingin, kelembaban dan curah hujan tinggi. Kondisi alam yang demikian dipercaya bisa membuat covid-19 bertahan lebih lama.
Kekhawatiran bertambah karena padatnya manusia di Tembagapura.
Tapi manajemen PTFI bergegas memitigasi. Pekerja dirotasi, menambah jumlah tenaga kesehatan, mengadakan alat RT PCR, menyediakan barak isolasi mandiri, memperketat protokol kesehatan keluar masuk area kerja.
Bukan tanpa ongkos, pekerja tak lagi seleluasa dulu menikmati fasilitas bus shift day off (SDO). Tapi upaya memitigasi itu menunjukkan hasil baik.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut pekerjanya sebagai orang-orang tangguh. Ketangguhan mereka diuji sejak Maret 2020 saat Tembagapura diisolasi. Sementara produksi tetap berjalan.
"Meski terisolasi, karyawan tetap bekerja secara penuh dengan jadwal yang kami atur sedemikian rupa dan target produksi tetap tercapai," katanya Senin (17/8/2021).
Bagi Tony, tema HUT RI ke-76 tahun ini, 'Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh' selaras dengan yang terjadi di PTFI. Target produksi tetap tercapai menurutnya adalah bukti PTFI tetap tangguh bahkan tumbuh meski di masa pandemi.
"Target produksi tidak berkurang. Jadi pada saat itu harga-harga jatuh, sehingga kita tunda beberapa proyek, hanya saja itu tidak berlangsung lama karena sekitar Juli tahun lalu harga mulai stabil karena ekonomi Tiongkok mulai tumbuh positif. Bahkan harga mineral saat ini lebih tinggi dari sebelumnya," jelasnya.
Yang terbaru, PTFI merekayasa pabrik gasnya untuk mengonversi gas industri ke gas medis. Upaya ini tidak saja membantu rumah sakit di Mimika yang sempat krisis oksigen, tapi juga sudah membantu kabupaten tetangga, Asmat misalnya.
Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Doni Monardo mengapresiasi cara mitigasi RS Tembagapura dengan cara memisahkan pasien dengan komorbid dengan pasien covid-19 bergejala ringan
"Itu adalah langkah mitigasi yang bagus, karena kalau pasien gejala ringan kan cepat sembuhnya," kata Dony saat mengunjungi Rumah Sakit Tembagapura milik PTFI.
PTFI sudah meninggalkan tambang terbuka. Mereka kini fokus di tambang bawah tanah. Tony menyebut tambang bawah tanah PTFI merupakan yang terbesar di dunia. Dikembangkan sejak 2004 silam dengan nilai invenstasi 8 miliar US dollar dan mulai efektif berproduksi tahun 2016.
"Dengan produksi tambang bawah tanah yang sesuai target, dibantu dengan harga-harga mineral yang naik cukup signifikan, tentu saja ini akan memberikan kontribusi lebih kepada Indonesia," kata Tony.
PTFI kembali akan menginvestasikan 15 miliar US dollar untuk mengembangkan tambang bawah tanah. (Fachruddin Aji)