Tukang Ojek Keluhkan Naiknya Harga BBM Bersubsidi

- Papua60Detik

Roy Marten, seorang tukang ojek di Timika. Foto: Papua/ Papua60detik
Roy Marten, seorang tukang ojek di Timika. Foto: Papua/ Papua60detik

Papua60detik - Roy Marten, seorang tukang ojek di Timika mengeluhkan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM termasuk yang bersubsidi.

Berprofesi sebagi ojek, Roy merupakan pengguna BBM bersubsidi untuk melayani antar jemput penumpang setiap hari di Kota Timika. 

"Kenaikan BBM ini saya katakan ini mahal  Rp10 ribu per liter, karena kita pengguna bahan bakar pertalite," katanya, Senin (5/9/2022).

Pada satu sisi, menurutnya tarif ojek sudah seharusnya naik. Sudah bertahun-tahun tarif ojek di Timika tak pernah naik. Sekali waktu pernah beredar wacana kenaikan tarif ojek, tapi malah jadi polemik.

"Tapi tarif ini kita tidak bisa naikan atas inisiatif kita sendiri, Kalau kita sendiri meminta harga misalnya, dulunya Rp5 ribu kita minta Rp10 ribu kita dimarah, mereka merasa kita melakukan pemerasan," ungkapnya.

Di sisi lain, tak ada regulasi yang mengatur ojek pangkalan. Regulasi soal perhubungan hanya mengatur ojek online.

Dimas, tukang ojek yang lain mengatakan, hanya bisa menaikkan tarif ojek jika sudah ada kebijakan resmi dari Dinas Perhubungan Mimika

"Mungkin keringanan bagi kami agar tarif bisa dinaikkan" kata Dimas. (Faris)




Bagikan :