Umat Hindu di Merauke Rayakan Galungan
Umat Hindu di Kabupaten Merauke melaksanakan sembahyang pada hari raya Galungan di Pura Agung Amertasari, Rabu (4/1/2023). Foto: Ami/ Papua60detik
Umat Hindu di Kabupaten Merauke melaksanakan sembahyang pada hari raya Galungan di Pura Agung Amertasari, Rabu (4/1/2023). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Umat Hindu di Kabupaten Merauke melaksanakan sembahyang pada hari raya Galungan di Pura Agung Amertasari, Rabu (4/1/2023). 

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Merauke,  I Wayan Swasta mengatakan, Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari sekali, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali sebagai hari kemenangan Dharma melawan Adharma.

“Yang dimaksud dengan Dharma itu kebenaran dan  Adharma adalah perbuatan tercela," ujar Wayan.

Selama enam bulan ke depan secara manusiawi pasti ada tindakan yang  tidak sempurna, baik berpikir, berbicara dan berbuat. Manusia pasti mengalami kesalahan. 

"Maka 210 hari kita rayakan lagi untuk kemenangan lagi dalam memperbaiki perbuatan kita," katanya.

Sembahyang Hari Raya Galungan itu diwarnai dengan doa pembersihan, doa sehari-hari umat Hindu hingga ucapan terima kasih kepada sang pencipta dan alam semesta.

Sementara itu, Pj Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengatakan dengan peringatan Hari Raya Galungan ini bisa memberikan arah dan semangat untuk memperbaiki diri dalam karya bakti maupun pelayanan kepada masyarakat. (Ami)