Wakapolda Papua Canangkan Program Kasuari di Kampung Mulia Jaya SP7

Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudi Eko Sudarto dan Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob menggiling padi hasil panen petani lokal di SP7, Jumat (11/6/2021). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudi Eko Sudarto dan Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob menggiling padi hasil panen petani lokal di SP7, Jumat (11/6/2021). Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik


Papua60detik – Polda Papua terus mengedepankan pola pendekatan soft approach policing atau pendekatan lunak kepada masyarakat. Salah satunya, program Kesejahteraan untuk anak Negeri disingkat Kasuari. Inisiatornya, Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudi Eko Sudarto.

Di Timika, tepatnya di kampung Mulia Jaya SP7, Jumat (11/6/2021), Polda Papua melalui Polres Mimika membangun Pos Kasuari sebagai tempat pengolahan pupuk organik yang akan diproduksi oleh kelompok tani lokal di SP7

Pada kesempatan tersebut Wakapolda Papua didampingi Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata  melihat secara langsung hasil pertanian kelompok tani Cartenz binaan Binmas Noken. Turut hadir Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Mimika Alice Wanma.

Wakapolda mengatakan, pencanangan program Kasuari berdasarkan Inpres Nomor 9/2020 pasal 34  yakni memberikan dukungan pengamanan dan ketertiban, mendukung pelayanan dasar dan membangun komunikasi sosial yang inklusif.

"Saya tersanjung dengan moment ini dan ternyata program saya sudah dieksekusi begitu cepat padahal baru tadi malam saya sampaikan. Program ini tetap dibawah naungan Binmas Noken dan saya bangga serta hormat sekali dengan bapak-bapak petani yang telah memajukan program Binmas Noken kami," ujarnya.

Program Binmas sudah hajir sejak tahun 2018 dengan dukungan dari stakeholder terkait. Ia berharap, banyak pos kasuari berdiri di tempat lain.

Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob mengatakan mendukung pembangunan pos Kasuari sebagai tempat pengolahan pupuk organik sehingga para petani tidak perlu menggunakan pupuk kimia.

"Sering saya kunjungi para petani yang mereka complain adalah pupuk. Jadi masyarakat sangat tergantung dengan pupuk bersubsidi, mereka sudah minta kepada kita bagaimana caranya supaya pupuk bersubsidi ini kita tambah kah, biar kita bisa menekan harga pupuk yang cukup mahal," ungkapnya.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata mengatakan, salah satu program Polres Mimika bersama Pemkab Mimika adalah mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada.

"Saya sudah melihat di Kabupaten Mimika ini tanahnya sudah sangat subur oleh karena itu kita harus punya ilmu lain seperti membuka lahan pertanian untuk kesejahteraan masyarakat. Kita harus awali semua dengan doa dan kasih, jika kita saling mengasihi maka alam akan mendukung dan dari ini adalah awal kita bangun kesejahteraan," ujarnya. (Salmawati Bakri)




Bagikan :