Wapadai Gelombang di Perairan Agats - Amamapare
Papua60detik - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika memprakirakan gelombang di perairan Agats-Amamapare selama beberapa hari ke depan akan berada pada posisi 1,25 sampai 2,50 meter dengan kecepatan angin 05 sampai 10 knots.
Namun khusus di wilayah Laut Arafuru bagian Timur, angin kencang bakal mencapai lebih 20 knot.
Meski gelombang di perairan Agats-Amamapare masih tergolong sedang, namun Prakirawan BMKG Timika, Muhammad Inggit Rizki mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan para nelayan saat beraktivitas di laut selalu waspada. Menurutnya gelombang ini sudah hampir mencapai tinggi.
“Kategorinya sendiri itu sedang. Belum masuk ke tinggi. Kalau lebih dari 2,5 meter itu sudah tergolong tinggi, tapi diharapkan untuk waspada saja. Karena memang sudah hampir mencapai tinggi,” katanya saat ditemui Papua60detik.id, Selasa (10/8/2021)
Klasifikasi tinggi gelombang ada enam yakni 0,10 sampai 0,50 meter tergolong tenang, 0,50 sampai 1,25 meter tergolong rendah, 1,25 sampai 2,50 meter tergolong sedang, 2,50 sampai 4,0 meter tergolong tinggi dan 6,0 sampai 9,0 meter tergolong ekstrim.
Ia menjelaskan, tingginya gelombang saat ini di perairan Agats-Amampare terjadi karena pergerakan angin dari arah tenggara yang cukup kencang yakni 20 sampai 25 knot atau 40 sampai 50 kilometer per jam.
“Jadi memang harus waspada dalam minggu-minggu ini,” pesannya.
Sementara untuk curah hujan selama Bulan Agustus ini jelas Inggit akan mulai menurun dari bulan sebelumnya. Karakteristik ini akan bertahan hingga akhir tahun nanti dan kembali meningkat pada Januari 2022.
“Untuk tren sepanjang tahun, uncak hujan di wilayah Timika itu paling tinggi di Bulan Juni dan Juli. Agustus mulai berkurang sampai dengan akhir tahun. Nanti dari bulan Januari mulai meningkat lagi dan puncaknya itu Juni,” jelasnya.
Ia mengatakan hujan di Agustus ini hanya akan terjadi pada sore hingga malam hari saja, berbeda dengan Juli lalu yang bisa terjadi dari pagi hingga sore dan bahkan sepanjang hari.
“Untuk bulan-bulan ini hujan terjadi di sore hingga malam hari. Karena memang karakteristik wilayah Timika seperti itu. Karena ada efek orografis dari gunung. Jadi memang hujan di sore dan malam hari,” tuturnya.
Namun ia tetap meminta masyarakat waspada petir dan angin kencang yang terjadi sebelum hujan dan saat hujan.
“Mungkin yang diwaspadai saat terjadi hujan petir,” tutupnya. (Anti Patabang)