Warga Pigapu Keluhkan Transportasi ke Kota Timika
Papua60detik - Warga Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Joni Kaipika mengeluhkan absennya transportasi umum ke kampungnya.
Padahal secara wilayah, kampung tersebut masih dalam pinggiran Kota Timika yang dapat ditempuh dengan kendaraan darat.
Warga merasa kesulitan. Tidak ada transportasi umum yang masuk ke Pigapu seperti taksi orange atau Damri.
"Persoalan yang masih susah dirasakan warga Pigapu ini soal transportasi darat seperti taksi, Damri untuk antar jemput belanja ke kota itu yang susah. Anak-anak mau pergi sekolah juga susah, Kadang-kadang mereka juga ikut truk air, bahkan terkadang juga ikut truk yang muat barang besar itu, bahaya, ya bagaimana lagi mereka mau sekolah," kata Joni saat ditemui di Kampung Pigapu, Selasa (13/5/2025). .
Selain transportasi, yang masih menjadi kesulitan warga adalah air bersih. Beberapa saja tidak hujan, warga harus ke sungai ambil air lalu direbus untuk kebutuhan memasak.
"Tetapi kalau yang punya uang mereka bisa beli air galon. Kalau hari-hari ya andalkan air hujan saja," jelasnya.
Untuk pelayanan kesehatan, kata Joni berjalan lancar. Di sana ada Puskesmas pembantu, meski petugas tidak tinggal di situ, namun setiap saat para petugas datang dari rumahnya di Kota Timika melayani warga di Pigapu.
"Nah, yang jadi kendala itu kalau ada orang yang sudah gawat darurat atau ibu mau melahirkan malam susah untuk hubungi kendaraan, jadi ya transportasi ini jadi kendala," ungkapannya.
Pekerjaan warga Pigapu rata-rata sebagai nelayan. Untuk kebutuhan karbohidrat, mereka memangkur sagu.
"Ya kalau mereka tidak pergi nelayan bagaimana mau biayai anak-anak mereka sekolah, buat kebutuhan rumah," ujar Joni. (Eka)