Warga Waa-Banti Peringati Setahun Kembali dari Pengungsian
Papua60detik - Warga perkampungan Tembagapura, Waa - Banti gelar syukuran dan doa bersama peringati setahun mereka kembali dari pengungsian, Selasa (22/2/2022).
Syukuran dengan prosesi bakar batu itu dihadiri ratusan warga, termasuk aparat keamanan dan pemerintah setempat.
Baca Juga: Yayasan Amungsa Cares Papua Jalani Visitasi Akreditasi LKS, Perkuat Mutu Pelayanan Sosial
"Perlu perhatian serius terhadap penerangan, rehabilitasi rumah masyarakat yang rusak serta bangun kembali sekolah dan rumah sakit," kata Ketua Panitia Syukuran, Mama Martina Natkime.
Para pengungsi ini tiba di Kota Timika Maret 2020 lalu, jumlahnya ribuan. Hidup tersebar, sebagian menumpang di keluarga, sebagian lainnya harus kos atau kontrak.
Mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman sendiri karena takut akan konflik bersenjata antara aparat keamanan dan KKB ketika itu.
Sejak di Timika, puluhan warga pengungsi meninggal dunia. Kondisi alam dan penghidupan Timika tak ramah bagi mereka terutama yang berusia sudah senja. Hidup di Timika semua serba uang. Di kampung sendiri, bahan makanan tak perlu beli, bisa petik di kebun.
Situasi kembali aman, mereka mendesak pulang ke Tembagapura. Tapi itu tak mudah, perlu restu pemerintah dan rekomendasi aparat keamanan.
Para pengungsi sampai harus aksi damai dengan memblokade terminal bus PT Freeport Indonesia di Gorong-Gorong. Jika tak dipulangkan, mereka nekat jalan kaki ke Tembagapura.
Akhirnya pemerintah setuju, 20 Januari 2021 para pengungsi kembali ke kampung halaman mereka secara bertahap.
Dengan jalan panjang yang demikian, perjuangan mereka kembali ke kampung halaman memang layak dan perlu diperingati.
"Saya bikin ini (syukuran) bukan tujuan cari pangkat dan materi. Ini untuk masyarakat," kata Martina. (Burhan)