YK Soroti Gangguan Jaringan di Papua, Desak Perbaikan Dipercepat
Anggota DPR Papua Tengah Yohanes Kemong. Foto: Elias Douw/ Papua60detik
Anggota DPR Papua Tengah Yohanes Kemong. Foto: Elias Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Jelang hari HUT Ke-80 RI, 16 Agustus jaringan Internet di beberapa wilayah di Papua mengalami gangguan.

PT Telkomsel mengonfirmasi, penurunan kualitas jaringan disebabkan putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sorong–Timika–Merauke  milik PT Telkom.

Menanggapi hal itu, anggota DPRP Papua Tengah Yohanes Kemong menyampaikan keprihatinannya. Apalagi sekarang, nyaris semua instansi mengandalkan digitalisasi dalam sistem operasi dan pelayanan.

"Karena sekarang kerja serba online semua, bank saja online, ketik surat saja online, kita di DPR ini juga online, Bagaimana komputer, HP, Aplikasi tidak bisa, semuanya tidak bisa stabil dan menghambat pekerjaan juga," kata Kemong kepada awak media Selasa (19/8/2025). 

Anggota DPRP dari Dapil Kabupaten Mimika ini menyatakan, gangguan jaringan internet adalah bentuk kegagalan Telkomsel sebagai provider terbesar di Tanah Papua.

"Telkomsel segera memperbaiki jaringan internet di Papua Tengah supaya aktivitas masyarakat semuanya bisa berjalan dengan normal," tegasnya.

Menurutnya, jaringan internet kini merupakan hak dan kebutuhan prioritas warga. Warga punya hak mendapatkan layanan jaringan internet sebaik mungkin. 

"Jadi pihak Telkomsel upayakan secepatnya perbaiki,” kata Kemong. 

Menurut PT Telkom, proses perbaikan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama bersifat temporer dan dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama September 2025. Tahap ini meliputi analisis kondisi kabel di tengah laut, pemuatan kabel baru, penarikan kabel lama, hingga penyambungan kembali.

Setelah perbaikan sementara, layanan komunikasi diharapkan kembali normal. Namun, pada pertengahan September akan dilakukan tahap kedua berupa perbaikan permanen, yang ditargetkan rampung pada minggu ketiga September  (Elias Douw)