Yorrys Raweyai Kembali Maju Caleg DPD RI Wakili Papua Tengah
Papua60detik - Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia 2019 - 2024 Yorrys Raweyai kembali mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPD RI 2024 - 2029 melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Tengah.
"Saya sudah lakukan pertemuan-pertemuan dan silaturahmi dengan hampir seluruh komunitas masyarakat baik di Nabire, Timika, Jayapura," ujar Yorrys kepada wartawan di Timika, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga: Natalis Tabuni Nakhodai Nasdem Papua Tengah
Saat di Jayapura, ia mengambil data terkait kesehatan dari Dinas Kesehatan dan data terkait pendidikan untuk menjadi atensi nanti saat terpilih di DPD RI 2024 - 2029 bagaimana dia bisa membangun SDM di Papua Tengah sebagai poros Tanah Papua untuk pendidikan dan kesehatan.
"Sama juga di sini (Timika) saya sudah ketemu dengan hampir semua komunitas," ucap Yorrys.
Agenda itu juga termasuk rangkaian reses dia sampai 1 Januari 2024. Selain itu pihaknya juga telah mengadvokasi tailing persoalan tailing PT Freeport Indonesia di bagian pesisir Timur Mimika.
Menurutnya, masalah Papua itu masalah klasik, bukan hal baru.
"Tapi bagaimana kita mengupdate persoalan di daerah dengan program pemerintah yang sudah dilaksanakan selama ini dari berbagai aspek. Salah satu contoh yang saya pikir masih klasik persoalan itu tentang moker, dan saya ikut mendorong itu sejak awal dan memang masih belum ada formula yang tepat," katanya.
Hal lain juga terkait masalah BPJS Kesehatan banyak masyarakat yang masih belum tersentuh. Harapannya dengan daerah otonom baru itu maka bisa dimulai dengan sesuatu yang baru.
"Ini adalah harapan baru untuk kita mulai menata Papua secara keseluruhan," ujarnya.
"Fokus saya akan membangun SDM bagi masyarakat Papua, apalagi Otsus yang kedua ini jelas sekali bahwa Pendidikan dan Kesehatan diberikan bobot/porsi yang lebih dari sebelumnya," lanjutnya.
Dengan Otsus jilid II, katanya, ada penambahan anggaran seperti pendidikan dari 20 menjadi 35 persen dan kesehatan dari 10 menjadi 20 persen.
"Ini kalau bisa dimanfaatkan dan dikelola secara profesional dan membentuk sistem yang bisa mendukung semua itu maka ini bisa terlaksana. Saya berupaya untuk menjadikan ini sebagai pilot project untuk pendidikan dan kesehatan sebagai landasan masyarakat Papua," pungkasnya. (Eka)