YPMAK Bantu Bahan Makanan Warga Perkampungan Tembagapura
Papua60detik - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme dan Kamoro (YPMAK) memberikan bantuan bahan makanan bagi warga Kampung Opitawak, Banti I dan II, Jumat (5/3/2021). Bantuan disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Mimika.
Bantuan bahan makanan yang diberikan berupa beras 25 kg sebanyak 700 karung, mie instan 700 karton, susu kental manis 80 karton, minyak goreng 40 gen, gula 25 kg sebanyak 80 karung, kopi dan teh 40 karton.
"Kalau uang itu setara dengan 500 juta rupiah," kata Direktur YPMAK Vebian Magal,
Bantuan itu, kata Vebian, sudah berada di Tembagapura dan segera didistribusikan kepada masyarakat di tiga kampung itu.
Sementara Wakil Bupati Mimika, Johnannes Rettob mengatakan, ruang pergerakan masyarakat Tembagapura masih dibatasi karena pandemi covid-19 yang terjadi di area mile 68.
"Mereka hidup dari bantuan dari pemerintah dan PTFI, sehingga mau tidak mau kita akan terus memperhatikan masyarakat di sana, baik itu dari makanan, kesehatan serta keamanan. Kita sudah coba bikin perbankan, kemudian segi ekonomi melalui pemilihan pengusaha orang asli papua untuk buka kios," terangnya.
Sementara fasilitas seperti air bersih, listrik juga kesehatan kata John, sudah disediakan pemerintah dengan sarana prasarana seadanya, sambil menunggu perbaikan- perbaikan dan bantuan lainnya.
"Kalau soal listrik ini masih agak lama makanya beberapa waktu lalu ada bantuan genset juga," pungkasnya.
Setiap kali konflik bersenjata, anak- anak jadi salah satu yang paling rentan jadi korban. Di Tembagapura, sekolah mereka dibakar. Pendidikan formal mereka terancam.
YPMAK kemudian berinisiatif menyiapkan dua ruangan khusus bagi anak-anak pengungsi tiga kampung di Kabupaten Mimika.
Vebian Magal menyebut, sekitar 60 anak yang bersekolah di bawah bimbingan bidang pendidikan YPMAK.
"Kami siapkan dua ruangan dibelakang gedung (MPCC) untuk kegiatan belajar mengajar mengingat ujian semakin dekat," ujarnya.
60 anak itu ada di jenjang pendidikan SD kelas enam dan SMP kelas tiga. Guru seluruhnya difasilitasi Pemerintah Kabupaten Mimika.
"Pembelajaran ini sudah mulai pada bulan ini (Maret) karena sudah akan mendekati ujian pada Mei mendatang," katanya. (Fachruddin Aji)