YPMAK Bikin FGD Bahas Aset
YPMAK menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) membahas aset strategis, Kamis (2/12/2021). Foto: Fachruddin Aji/ Papua60detik
YPMAK menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) membahas aset strategis, Kamis (2/12/2021). Foto: Fachruddin Aji/ Papua60detik

Papua60detik - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) identifikasi kembali aset- asetnya.

Direktur YPMAK, Vebian Magal mengatakan indentifikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan dan pendapatan dari aset-aset tersebut untuk keberlangsungan yayasan. 

YPMAK memiliki 7 aset besar, yakni Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP),  Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Pelabuhan YPMAK, Pabrik Sagu, Asrama Tsinga dan Asrama Semarang.

"Adanya pertemuan ini adalah langkah atau strategi yang diambil terhadap aset- aset mau diapakan sehingga mendatangkan keuntungan bagi YPMAK," kata Vebian, Kamis (2/12/2021).

Khusus pabrik sagu kata Vebian, YPMAK menjalin kerja sama dengan salah satu yayasan uang juga fokus pada pengelolaan sagu. Kerja samanya baru dijalankan pada awal 2021 dan sekarang memasuki tahap kedua.

"Jika dilihat dari lokasi memang cukup jauh dan sulit, maka kami saat ini masih akan membahas soal bahan mentah akan didatangkan dari mana dan dibawa dengan apa. Termasuk soal legalitas administrasi seperti kajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) tapi karena sudah bangun akhirnya kami kaji lagi," katanya.

YPMAK menghabiskan Rp25 miliar untuk membangun pabrik sagu ini.

"Kami kaji itu bukan bagaimana mengembalikan Rp25 miliar itu tapi bagaimana pemanfaatannya ke depan baik bagi YPMAK maupun masyarakat sekitar sana," tutupnya.  (Fachruddin Aji)