YPMAK Kunjungi SD YPPK Seminari Santo Yohanes Pembaptis, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Papua60detik - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia, kunjungi Asrama SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Seminari Santo Yohanes Pembaptis Kabupaten Mimika, Rabu (30/07/2025).
Kunjungan ini sebagai komitmen YPMAK mendukung peningkatan mutu pendidikan di yayasan tersebut. Saat ini, sekitar 130 anak tinggal di asrama dan bersekolah di SD YPPK Seminari Santo Yohanes Pembaptis. Para siswa ini berasal dari 7 suku dan mayoritas dari Amungme, Kamoro, Moni dan Mee.
Rektor Persekolahan Salus Populi, Romo Policarpus Gunawan Setyadi SCJ, menjelaskan pihaknya butuh pendekatan khusus dalam mendisiplinkan dan mendidik siswa. Latar belakang yang berbeda-beda serta tempat tinggal yang jauh menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pembinaan.
Ia mengatakan, kadang siswa bersembunyi berhari-hari dikarenakan mendapat teguran dari sekolah. Kadang juga kabur dan pulang ke rumah masing-masing, sebagian lagi dijemput orang tua dengan alasan ada acara adat yang harus diikuti.
"Orang tuanya sering kali jemput-jemput. Sangat sulit untuk diedukasi bahwa menjemput anak tidak boleh karena mengganggu proses belajar mengajar," kata Romo Policarpus.
Selain dari kurikulum merdeka, Romo Policarpus berharap, SD YPPK Seminari Santo Yohanes Pembaptis sebagai yayasan di bawah binaan Keuskupan Timika, bisa mendapatkan dukungan dari uskup yang baru untuk menerapakan didikan 3S yaitu Sanitas (kesehatan), Socialitas (Kemasyarakatan), Scientia (Pengetahuan) serta menekankan pendidikan moral dan spiritualitas siswa.
Selain mengunjungi sekolah, YPMAK juga mendatangi asrama Solus Populi. Asrama tersebut menjadi tempat 130 anak menghabiskan waktu selesai proses belajar di sekolah. Untuk asrama, Romo Policarpus berharap ada perbaikan bangunan asrama putra dan putri. Katanya, banyak ruangan yang atapnya sudah bocor.
Selain itu fasilitas olahraga juga masih kurang. Ia mengatakan selama ini biaya makan minum dan perbaikan-perbaikan kecil bersumber dari keuskupan Timika.
"Semua kebutuhan seperti makan minum, perbaikan kecil-kecil seperti beli lampu, perbaikan keran air, pompa air, pengalaman saya selama ini dari keuskupan. Tercukupi tapi apa adanya," terangnya. (Martha)