Kasus Pelecehan Tinggi, Pemkab Gencar Sosialisasi
Papua60detik - Kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Timika tak kunjung turun. Sesuai data yang dikeluarkan Satreskrim Polres Mimika, pelecehan masuk dalam 4 besar kasus.
Kepala Dinas DP3AP2KB Mimika, Hermalina W. Imbiri, membenarkan. Bahkan menurutnya, pelecehan adalah hal sensitif. Tidak semua orang mau menyampaikan ke umum. Apalagi jika kekerasan itu dilakukan oleh keluarga terdekat, kadang kasus itu tidak dilaporkan.
"Kami akan tetap layani apabila mereka datang melapor. Tetapi, di luar itu, kalau mereka tidak datang, kita tidak akan tahu," ujarnya saat diwawancarai.
Guna menurunkan angka kasus, DP3AP2KB sosialisasi ke sekolah-sekolah. Seperti beberapa waktu lalu yang dilakukan di dua distrik yaitu Atuka dan Kokonao.
"Selain itu, bagi yang datang melapor, kami akan terus melakukan pendampingan sampai korban merasa tenang baik itu anak, ibu yang terkena KDRT dan (korban) pelecehan seksual," tambahnya.
Kata Hermalina, pelaku biasanya langsung ditangani kepolisian. Namun, beberapa kasus ada yang meminta diselesaikan secara kekeluargaan sehingga DP3AP2KB akan mempertemukan kedua pihak untuk mencari solusi.
"Selama tahun 2024 data yang ada pada kita adalah, KDRT 3 kasus, kekerasan pada anak 24 kasus, dan kekerasan pada perempuan10 kasus," terangnya.
Ia meminta siapapun yang mengalami kekerasan agar datang melapor untuk mendapatkan pendampingan. (Martha)