Lagi, Dana Desa 300 Juta Raib dalam Mobil
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. Foto : Salmawati Bakri/Papua60detik
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. Foto : Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Untuk kesekian kalinya dana desa di Mimika hilang digasak orang tak dikenal. Kali ini dana desa Kampung Kulamagom Distrik Hoya sebesar Rp300 juta dilaporkan raib di dalam mobil.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/12/2020) lalu di Jalan C Heatubun.

Ketika itu, Kepala Kampung Kulamagom, Martinus Egarmang sekitar pukul 18.30 WIT menyewa mobil rental dan pergi membeli tiket di agen penjualan tiket pesawat.

"Uang itu akan dibawa ke kampung, dikemas dalam sebuah ransel. Setibanya di agen penjualan tiket, mobil yang dipakai itu bertukar dari yang warna hitam ke mobil merah. Alasannya karena mobil hitam itu juga sudah dipesan sama langganan yang lain," kata Hermanto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/12/2020).

Polisi telah memeriksa rekaman cctv yang berada di seberang jalan yang berhadapan dengan ruko agen pesawat tersebut.

Namun sayangnya, tangkapan cctv itu terhalang pagar dan tidak bisa fokus pada mobil dan posisi kepala kampung.

"Memang di cctv terlihat korban masih menenteng tas dan pindah ke mobil berwarna merah. Pengakuan korban saat itu menaruh tas berisi uang ratusan juta di kursi bagian tengah lalu menimbang badan," kata Hermanto.

"Dan dia (korban) bolak balik ke ruko agen yang menimbang badan. Saat taruh tas, sopir tidak ada di dalam. Korban lalu tanya apakah mobil terkunci atau tidak. Setelah dicek, tas itu sudah tidak ada," ujarnya menambahkan.

Polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan. Pasalnya, kasus hilangnya dana desa ini merupakan yang keempat kalinya sepanjang 2020.

Diantaranya dua kasus dana desa yang hilang di Jalan Sam Ratulangi, 1 kasus di Pomako dan di Jalan C.Heatubun.

"Tidak pernah ada permintaan pengawalan padahal kita sudah sarankan. Untuk yang hilang di Pomako itu sudah terungkap," imbuhnya. (Salmawati Bakri)