Polisi Amankan Lima Orang Diduga Terlibat Rusuh Pomako
Aparat kepolisian berjaga-jaga guna mencegah aksi lanjutan masyarakat yang melakukan pemalangan di Poumako. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Aparat kepolisian berjaga-jaga guna mencegah aksi lanjutan masyarakat yang melakukan pemalangan di Poumako. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Polres Mimika mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan di Pomako pada Minggu (7/3/2021) lalu.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto menyebutkan, lima orang dimaksud diantaranya sopir mobil depot air berinisial AR, IH, AR, EI, DL dan AS yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban berinisial SM.

Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa tongkat baseball.

"Korban sudah buat laporan polisi," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/3/2021).

Dari hasil keterangan korban, Hermanto mengungkapkan, kelima pelaku melakukan pemukulan hingga puluhan kali.

“AR melakukan pemukulan kepada korban sebanyak tujuh kali (di TKP sebanyak satu kali, di kompleks Pertamina enam kali).  IH pukul korban lima kali (satu kali di TKP/ pelabuhan, satu kali di depot, tiga kali di depan pertamina. EI memukul korban sebanyak tujuh kali (di depot air sebanyak satu kali, depan Pertamina enam kali). AS memukul korban tiga kali, tepatnya di rawa-rawa di depan Pertamina. DL memukul korban tiga kali menggunakan tongkat  baseball (di depot air satu kali dan di rawa-rawa Pertamina dua kali),” ujarnya.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat IH bersama sopirnya yakni AR sedang mengantar air isi ulang di sekitar pelabuhan Pomako dengan mobil depot.

Tepat di pertigaan keluar pelabuhan Pomako, kendaraan tersebut dihentikan oleh korban yang diduga dalam kondisi mabuk dengan maksud ingin menumpang ke Kota Timika.

Sopir lalu menjawab, "belum". Jawaban itu membuat korban menendang bak belakang mobil.

"AR pun turun dari mobilnya dan bertanya alasan pelaku menendang mobilnya. Seketika itu juga korban memukul AR, sehingga AR juga balik memukulnya. Selain AR, IH juga ikut memukul korban pada bagian perut, sehingga terjadilah adu mulut diantara ketiganya," ujarnya menambahkan.

Tidak berhenti di situ, IH dan AR kembali ke depot dan menceritakan kepada seseorang berinisial AS bahwa ada masalah yang dialaminya di pelabuhan.

Selang beberapa waktu, korban datang ke depot bersama kedua temannya yang tidak diketahui identitasnya.

Saat itupun tiba-tiba korban dipukul oleh EI pada bagian muka, sehingga korban pun lari dan dikejar oleh AS, EI, IH, AI dan DL. Korban kembali dipukul hingga tersungkur dan meminta tolong di dalam kompleks pertamina.

Akibat hal itu, korban bersama masyarakat lainnya mendatangi depot air guna mencari para pelaku.

"Sehingga para pelakupun melarikan diri ke dalam hutan. Sudah kita amankan. Dan korban sudah keluar dari rumah sakit," imbuhnya. (Salmawati Bakri)