Polisi Belum Bisa Olah TKP Pembakaran Gedung Sekolah di Puncak
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia. Foto: Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik - Situasi keamanan di wilayah Kabupaten Puncak kembali kondusif pasca aksi penembakan dan pembakakaran gedung sekolah, Kamis (8/4/2021) kemarin.

Kendati demikian, sampai saat polisi belum bisa melakukan oleh TKP pembakaran beberapa gedung sekolah di Distrik Beoga.

Gedung sekolah yang dilaprorkan dibakar di antaranya SD Inpres Kemalbet, Jambul, SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Beoga.

"Kita belum bisa turun ke TKP karena medan sulit dan jarak yang jauh.  Untuk saat ini kita utamakan dulu keselamatan masyarakat," kata Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi bangunan tiga sekolah itu sudah habis, rata dengan tanah.

"Kejadiannya kemarin, Kamis sekitar pukul 18.15 WIT. Diduga dibakar oleh kelompok KKB disana. Tapi kita belum bisa pastikan itu kelompok siapa. Kemungkinan mereka-mereka juga," kata Kapolres.

Kendati demikian, siapapun pelaku tersebut, Nyoman menuding perbuatannya sangat tidak terpuji. Sekolah yang mestinya jadi tempat belajar malah dibakar

"Pagi harinya seorang guru pahlawan tanpa tanda jasa malah dianiaya ditembaki hingga akhirnya meninggal dunia," ujarnya. (Salmawati Bakri)