17-an di Timika, Ramai Penjual Bendera Tapi Sepi Pembeli
Papua60detik - Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman mulai membuka lapak di Timika.
Di beberapa titik, terlihat para pedagang berjualan atribut kemerdekaan mulai dari umbul-umbul, aksesoris kemerdekaan, background merah putih, bendera berukuran besar dan sedang hingga bendera untuk sepeda motor dan mobil.
Ijang, penjual bendera asal Garut, Jawa Barat, membuka lapaknya di jalan Cenderawasih, SP2 tepatnya di depan Toko Hadi. Ia sudah berjualan sejak dua pekan yang lalu. Lapaknya ramai dipenuhi atribut kemerdekaan, namun belum terlihat keramaian pembeli.
Ia mengatakan, dalam dua pekan ini belum terlalu banyak pembeli. Meskipun setiap hari selalu ada barang yang laku, ia mengaku tahun ini tidak seramai tahun kemarin, padahal harga bendera masih sama.
"Untuk saya pribadi belum terlalu ramai. Memang setiap hari ada, tapi tidak seperti tahun lalu, masyarakat datang datang dari pedalaman-pedalaman, borong barang begitu. Sejauh ini belum ada," ujar Ijang saat diwawancarai, Sabtu (02/08/2025).
Meskipun sepi pembeli, setiap hari Ijang selalu semangat menyusun barang jualan di lapaknya. Ia dengan sabar menunggu para pengendara untuk membeli, sesekali ia tawarkan juga ke pejalan kaki yang sedang lewat.
"Mudah-mudahan dekat tujuhbelasan pembeli semakin bertambah. Ini kan masih awal bulan. Tapi tahun lalu seperti ini sudah ramai. Tahun ini mungkin tunggu beberapa hari lagi," tambahnya.
Adapun harga jualan yang ditetapkan oleh Ijang adalah harga background merah putih ukuran 10 gelombang Rp400 ribu, umbul-umbul ukuran 3 meter Rp40 ribu, bendera mereka putih ukuran 90 cm Rp35 ribu, bendera ukuran 180 cm Rp100 ribu. Bendera untuk mobil dan motor dibandrol dengan harga Rp5 ribu hingga Rp25 ribu sementara aksesoris kemerdekaan harga Rp15 ribuan.
Ijang pun berharap warga Timika datang ke lapaknya untuk membeli bendera dan umbul-umbul. Katanya kalau mau membeli banyak akan dikasih diskon. (Martha)