417 Kasus Penembakan Terjadi di Sekitar Area Tambang PT Freeport Sejak 2009
Papua60detik - Minggu (16/08/2020) pagi di Kali Kopi Timika, Satgas gabungan TNI Polri menembak mati Hengky Wanmang. Dalam catatan Polres Mimika, Hengky Wanmang punya rekam jejak perlawanan panjang.
Tapi jejak Hengky Wanmang hanya sebagian dari cerita perlawanan TPNPB-OPM Kodap III Kali Kopi Timika di sekitar area konsesi tambang PT Freeport Indonesia, Tembagapura.
Polres Mimika mencatat, sejak 2009 hingga April 2020, paling sedikit 417 kasus aksi penembakan terjadi.
Intensitas penembakan tertinggi terjadi pada 2011, 54 kasus. Ketika itu Kodap III Kali Kopi dikomandoi Panglima Kelly Kwalik.
"Sejak 2009, jumlah korban yang meninggal sebanyak 190 orang. Bisa digambarkan aktifitas mereka mengganggu keamanan di wilayah Timika sudah memakan korban 190 orang meninggal," kata Kapolres Mimika, AKBP Era Adhinata bersama Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya pada press rilis, Selasa (18/09/2020).
Dari data yang disajikan, jumlah korban paling banyak jatuh pada 2018, yaitu sampai 35 korban jiwa, di antaranya 25 warga sipil, 10 adalah personel TNI Polri.
Sementara di 2020, sampai April saja sudah 10 korban jatuh, empat adalah personel TNI-Polri dan enam lainnya warga sipil.
Kodap III Kali Kopi sendiri sudah beberapa kali berganti pimipinan. Setelah Theny Kwalik meninggal dunia, terjadi semacam kekosongan posisi panglima.
Menurut Kapolres, Hengky Wanmang menjabat Kepala Staff Makodap III Kali Kopi sejak meninggalnya Panglima Theny Kwalik. Ia dan Jony Beanal alias Jony Botak mengambil alih pimpinan sementara Kodap III Kali Kopi sebelum ada panglima baru.
Hengky Wanmang dalam penilaian Kapolres adalah figur yang mumpuni dalam mengatur strategi perang dan propaganda karena intelektualitasnya.
"Yang bersangkutan adalah lulusan S1 Stikom dan orang terpelajar dan sebelumnya menjabat Sekretaris Makodam III Timika sehingga dalam pemberitaan, Hengky Wanmang yang selalu ditonjolkan," kata Era.
Pada 2009, ungkap Era, Hengky Wanmang pernah tertangkap. Saat itu perannya di Kodap III Kali Kopi Timika belum menonjol.
Nama Hengky Wanmang mencuat pada 2017. Kapolres mengatakan, Hengky Wanmang ikut merencanakan dan memimpin penyanderaan masyarakat pada Desember 2017 di Kampung Kimbeli dan Banti, Tembagapura.
Setelah kasus penyanderaan itu, Hengky Wanmang dalam pengamatan kepolisian setahun tidak ada aktifitas. Tapi ia diketahui meminta bantuan ke kelompok KKB lain bersama-sama melakukan gangguan keamanan di area PT Freeport.
Ketika itu, kata Kapolres, berlangsung deklarasi yang dipimpin langsung oleh Goliath Tabuni. Dari kesepakatan deklarasi itu, beberapa kelompok bergerak bersama menuju Tembagapura mengganggu PTFI. Kelompok itu dipimpin oleh Lekagak Telenggen sebagai kepala operasi
"Hengky Wanmang ikut dalam deklarasi sehingga ia sudah menugaskan kelompok Kali Kopi menyiapkan tempat dan bahan makanan," kata Era.
Hengky Wanmang lahir 6 Juli 1989. Minggu (16/08/2020) pagi, ia tewas dalam usia 31 tahun. Ia ditembak di markas baru Kodap III Kali Kopi yang tak jauh dari markas lama. Jenazahnya dipastikan dari wajah dan cincin yang dikenakannya di foto saat ia masih hidup. (Burhan)