80 Bidan Pustu di Mimika Ikuti Pelatihan Juru Imunisasi
Dinas Kesehatan gelar pelatihan juru imunisasi bagi 80 Bidan di Pustu, foto: Martha/Papua60detik
Dinas Kesehatan gelar pelatihan juru imunisasi bagi 80 Bidan di Pustu, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, sebanyak 80 Bidan dari Puskesmas Pembantu mengikuti pelatihan juru imunisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026.

Ketua panitia, Jeni Rante Tasik mengatakan imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang efektif dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) serta menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak.

Menurut Jeni, dalam pelaksanaan pelayanan imunisasi di Kabupaten Mimika, Puskesmas Pembantu (Pustu) memiliki peran penting dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah sulit menjangkau fasilitas kesehatan.

Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Pustu menjadi hal penting. Melalui pelatihan ini, para Nakes diharapkan dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan sehingga pelayanan imunisasi dapat diberikan secara aman, bermutu, efektif, dan sesuai standar.

"Bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan imunisasi kepada masyarakat," ujar Jeni. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menyebut peningkatan kompetensi bidan menjadi hal penting agar pelaksanaan imunisasi di tingkat pelayanan dasar dapat berjalan optimal.

Menurutnya, bidan tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan imunisasi secara tepat dan sesuai prosedur, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan edukasi serta melakukan advokasi kepada masyarakat.

Keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada keterampilan petugas dalam memberikan vaksin, tetapi juga pada kemampuan mereka dalam membangun pemahaman masyarakat.

"Pelaksanaan imunisasi diharapkan bukan hanya berjalan dengan baik, tetapi tenaga kesehatan di Pustu juga harus terus meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan imunisasi," kata Godfried.

Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu meningkatkan keterampilan dalam pemberian imunisasi, pencatatan dan pelaporan pelayanan, serta pemantauan dan penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Dengan meningkatnya kompetensi para tenaga kesehatan, Godfried optimis pelayanan imunisasi di Kabupaten Mimika semakin berkualitas dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Selain itu, peserta diharapkan mampu meningkatkan peran bidan dalam mendukung peningkatan cakupan imunisasi di wilayah kerja masing-masing," pungkasnya. (Martha)