LLDikti XIV Pastikan PKKMB di Tanah Papua Bebas Plonco
Sejumlah mahasiswa baru mengikuti penutupan PKKMB 2026 yang diselenggarakan IHTP Papua di Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/8/2026) malam. ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Sejumlah mahasiswa baru mengikuti penutupan PKKMB 2026 yang diselenggarakan IHTP Papua di Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/8/2026) malam. ANTARA/Fransiskus Salu Weking

Papua60detik - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV memastikan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan perguruan tinggi di seluruh Tanah Papua bebas dari praktik perpeloncoan.

Ketua LLDikti Wilayah XIV, Suriel Semuel Mofu mengatakan tradisi PKKMB oleh masing-masing perguruan tinggi baik negeri maupun swasta sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sampai saat ini belum pernah ada kasus-kasus perpeloncoan yang mencuat. Kalaupun ada, tentu kampus sudah kena sanksi berat,” kata Suriel di Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/8/2026) malam seperti dilansir ANTARA.

Katanya, semua perguruan tinggi wajib mengikuti pedoman umum pelaksanaan PKKMB agar mahasiswa baru merasa nyaman, cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, dan memahami sistem pembelajaran.

Pedoman itu tercantum dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Nomor 472/DST/B.B2/DT.01.01/2026 yang diterbitkan pada 19 Juni 2026.

“Kegiatan pengenalan kampus harus berjalan dengan baik, kondusif, dan memberikan kenyamanan bagi mahasiswa baru,” kata Suriel.

Dia mengapresiasi dua perguruan tinggi di Papua Barat yang kerap mengundang LLDikti Wilayah XIV untuk memberikan materi pada PKKMB, yaitu Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua dan Universitas Caritas Indonesia.

Saat ini, kata dia, jumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan sebanyak 127 perguruan tinggi.

Tingkat akreditasi keseluruhan perguruan tinggi dimaksud mencapai 90 persen, terdapat 876 dosen dari 76 kampus sudah mengantongi sertifikasi, dan sekitar 267 dosen dinyatakan memenuhi syarat mengikuti ujian sertifikasi tahun 2026. (Redaksi)